Aceh Utara – Pujatvaceh.com – Inilah Kue Keukarah atau Kue Karah yang mirip seperti jaring berwarna putih kecoklatan dan berlapis-lapis, banyak yang menyebut kue ini mirip sarang burung, salah satu tempat pembuatan kue kering karah ini yang masih bertahan yaitu UMKM milik Mak Ni warga Gampong Ceubrek Kecamatan Tanah Luas Kabupaten Aceh Utara.
Kue kering lagendaris ini sering hadir saat perayaan adat seperti hantaran lamaran, perkawinan, berkunjung ke sanak saudara ataupun di saat hari menjelang lebaran.
Mak Ni selaku pembuat sekaligus pemilik usaha kue tradisional ini mengatakan, dalam sehari dirinya mampu memproduksi 300 hingga 500 Kue Keukarah, untuk harga satuan kue karah ukuran kecil ini di jual seharga Rp1.000, sedangkan satu kemasan dijual mulai dari Rp15.000 hingga Rp20.000 rupiah.
Pada momen hari raya atau acara adat dan khanduri Aceh kue ini tidak pernah absen untuk di sajikan, sementara dihari-hari biasa kue ini bisa di jadikan cemilan ringan sambil menikmati secangkir kopi.
“Karena besok kana da perlu berapa pet 60 harus ada 4 kalau ga ada 4 ga cukup, sampai 4, 3 kadang-kadang sampe setiap hari kerja, kalau yang hari bukan lebaran, ga tiap tiap hari selang selang aja, jam 7 samapi jam 12 udah itu siap istirahat ga kejar lagi” kata Mak Ni, Pelaku Usaha Kue Keukarah.
Muhammad Rizal salah satu putra Nuraini atau Mak Ni yang sedang menggeluti usaha ini menceritakan usaha Kue Keukarah mak ni ini sudah berdiri sejak tahun 1982, selain rasanya yang enak renyah dan gurih Kue Karah Mak Ni khas Aceh ini juga banyak di pesan dari luar Aceh bahkan hingga luar negeri seperti Malaysia.
“Jadi kerah Mak Ni berdiri sejak tahun 1982 dan saya kembangkan mulai dari tahun 2016, saya pertama pasarkan sekitar local yang ada-ada di Aceh Utara ini dulu, pemasarannya di warga lokal dan orang yang membawa oleh-oleh keluar negeri bisa juga dipesan melalui WhatsApp saya dan melalui Instagram dan media sosial lain lah” Ucap Muhammad Rijal, Pemilik UMKM.
Sebelumnya kue karah ini hanya usaha rumahan, di mulai dari pesanan tetangga dan sanak sudara hingga kini mulai bangkit serta telah mengantongi izin dan sertifikat Halal pada tahun 2020 lalu.






