Mahasiswa Demo DPRK Aceh Tenggara, Malah Dibagi Beras SPHP Oleh Polisi

Aceh Tenggara – Pujatv.com : Di tengah maraknya aksi unjuk rasa mahasiswa di berbagai daerah yang kerap berujung pada kericuhan, aksi demonstrasi mahasiswa di Kabupaten Aceh Tenggara justru berlangsung aman, tertib, dan damai, Kamis (4/9/2025), di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tenggara.
Ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Aceh Tenggara berkumpul di halaman kantor DPRK setempat sejak pagi hari. Dengan membawa sejumlah spanduk dan pengeras suara, mereka menyampaikan tuntutan utama, DPRK Aceh Tenggara mendesak pemerintah pusat, untuk segera membebaskan rekan-rekan mahasiswa yang saat ini masih ditahan di Polda Metro Jaya.

Setelah melalui dialog dengan jajaran pimpinan DPRK Aceh Tenggara, Deni Febrian Roza menyatakan, siap menindaklanjuti aspirasi mahasiswa itu, tidak lama kemudian, mahasiswa bersama para dewan menggelar doa bersama, sebagai wujud harapan agar polemik yang terjadi saat ini bisa segera teratasi.
Yang membuat suasana semakin sejuk, Kapolres Aceh Tenggara AKBP Yulhendri, turut hadir langsung di tengah-tengah massa aksi. Dengan pendekatan persuasif, kapolres tidak hanya memastikan jalannya unjuk rasa tetap kondusif, tetapi juga menunjukkan kepeduliannya dengan membagikan bantuan sosial.

Sebanyak 420 karung beras SPHP ukuran 5 Kilogram diserahkan kepada mahasiswa peserta aksi. Bantuan tersebut, merupakan bentuk dukungan moral sekaligus perhatian terhadap mahasiswa, yang telah menyampaikan aspirasi dengan cara damai dan beradab.
Koordinator aksi Eko Wijaya, mengatakan, pemdemo datang dengan damai, mereka hanya ingin suaranya didengar oleh pemangku kebijakan. Dan pembebasan mahasiswa yang ditahan adalah harga mati.
Sementara itu, ketua DPRK Aceh Tenggara yang menerima langsung petisi tuntutan pendemo mengatakan akan menindak lanjuti apa-apa yang menjadi poin tuntutan massa aksi.
Aksi mahasiswa yang berlangsung hingga siang hari itu pun berakhir tanpa insiden berarti, massa kemudian membubarkan diri dengan tertib, setelah sebelumnya memastikan tuntutan mereka sudah diterima oleh pihak DPRK.





