Wamen Komdigi Nezar Patria Soroti Masih Banyak Blank Spot Internet di Aceh Tamiang

Aceh Tamiang – Pujatv.com Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI, Nezar Patria, menyoroti masih banyaknya wilayah di Kabupaten Aceh Tamiang yang belum terjangkau layanan telekomunikasi dan akses internet secara memadai atau masih mengalami blank spot.
Hal tersebut disampaikan Nezar usai menghadiri serah terima hasil Program Kagama Peduli Bencana di Kampung Sekumur, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang.
Nezar mengaku telah meninjau langsung kondisi jaringan telekomunikasi selama perjalanan dari Kuala Simpang menuju Kampung Sekumur. Dari hasil pemantauan tersebut, masih ditemukan sejumlah titik yang memiliki kualitas sinyal dan akses internet yang belum memadai.

Sebagai tindak lanjut, Kementerian Komunikasi dan Digital melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Komdigi akan membangun akses internet di Kampung Sekumur, termasuk di lingkungan sekolah.
Penyediaan layanan internet tersebut diprioritaskan untuk mendukung sektor pendidikan, pelayanan kesehatan, serta meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan desa.
Selain itu, Kementerian Komdigi juga akan berkoordinasi dengan operator seluler guna memperluas cakupan jaringan telekomunikasi di kawasan terdampak bencana. Dalam kegiatan tersebut, perwakilan operator seluler turut hadir dan diharapkan dapat mendukung percepatan pembangunan infrastruktur telekomunikasi di Aceh Tamiang.

Pada kesempatan yang sama, Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui Keluarga Alumni Gadjah Mada (Kagama) menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi proses pemulihan Aceh Tamiang pascabencana.
Selain membangun 26 unit hunian sementara dan membantu perbaikan sekolah, UGM juga akan mengirim mahasiswa melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat.
Pemerintah bersama berbagai pihak berharap peningkatan akses telekomunikasi dan program pemberdayaan masyarakat tersebut dapat mempercepat proses pemulihan serta mendorong kebangkitan masyarakat Aceh Tamiang pascabencana.





