Kemlu Respons Foto Presiden Prabowo Terpampang di Baliho Abraham Shield Israel

Jakarta – Pujatv.com : Pasca pidato Presiden Prabowo Subianto di forum PBB beberapa waktu lalu, yang menyebut two-state solution untuk menyelesaikan konflik di Gaza antara Palestina dan Israel.
Kemudian digelar pertemuan di ruang konsultasi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), New York, pada Selasa, 23 September 2025 yang hanya dihadiri secara terbatas oleh negara-negara mayoritas muslim, yang dipandang dapat membantu mewujudkan proses perdamaian di Timur Tengah.
Pasca dua agenda tersebut muncul baliho propaganda yang dilakukan oleh Koalisi Israel.
Koalisi ini merupakan kelompok non-partisan yang terdiri dari lebih dari 120 pemimpin senior keamanan, kebijakan, dan ekonomi Israel. Mereka menyebut proposal Trump sebagai langkah yang serius dan bertanggung jawab untuk mengubah keuntungan militer Israel menjadi terobosan diplomatik strategis dan menciptakan realitas baru di Gaza, tanpa Hamas.

Dalam baliho tersebut nampak Presiden Prabowo berdiri berjejer dengan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu, Presiden Uni Emirat Arab (UEA) Mohammed bin Zayed Al-Nahyan, Raja Yordania Abdullah II. Di hadapannya ada sejumlah pemimpin negara lain seperti Putra Mahkota Arab Saudi Mohammad bin Salman (MBS), Presiden Mesir Abdul Fattah As-Sisi, Presiden Palestina Mahmoud Abbas. (yang diunggah oleh akun X @AbrahamShield25)
Di tengah-tengah mereka, tampak pula Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Ada tulisan besar dalam bahasa Inggris dengan arti, “Tuan Presiden, Israel berdiri di samping rencanamu, kunci kesepakatan.”

Sementara itu juru bicara Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang, menyatakan posisi Indonesia sangat jelas. “Tidak akan ada pengakuan dan normalisasi dengan Israel baik melalui Abraham Accords atau platform lainnya, kecuali Israel terlebih dahulu mau mengakui negara Palestina yang merdeka dan berdaulat,” dalam keterangan pada Senin malam, 29 September 2025.
Yvonne mengatakan sikap itu seperti yang pernah ditegaskan Menteri Luar Negeri Sugiono. Menurut dia, visi apa pun soal Israel harus dimulai dari pengakuan terhadap kemerdekaan dan kedaulatan Palestina.





