Pemerintah Mulai Hilirisasi Sawit dan CPO, Bagaimana dengan Aceh Pemilik 470 Ribu Hektar Sawit?

Jakarta – Pujatv.com : Pemerintah Indonesia sedang berupaya melakukan hilirisasi CPO (crude palm oil), ini adalah strategi pemerintah untuk mengolah CPO menjadi produk bernilai tambah tinggi di dalam negeri, seperti oleokimia (sabun, kosmetik), bioenergi (biodiesel), dan produk pangan seperti minyak goreng, margarin, serta biomassa untuk memangkas ekspor bahan mentah, dan menciptakan nilai tambah.

Sebagai produsen CPO terbesar di dunia hingga mencapai enam puluh persen pasar ekspor, Indonesia harus mampu menjadi pengendali harga CPO dunia. Selain menghemat devisa dari impor bahan bakar fosil, juga akan meningkatkan kesejahteraan serta terbukanya lapangan kerja, serta memperkuat ketahanan energi dengan produksi biodiesel B40 dan B50.
Hal ini disampaikan oleh Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, pasca melapor ke Presiden terkait kondisi pangan dan pertanian Indonesia, pada Kamis, 9 Oktober 2025.

Sementara itu, produksi minyak sawit mentah (CPO) di Aceh, mencapai lebih dari satu juta ton per tahun, menyumbang sekitar 2,41% dari total produksi nasional, dari enam puluh empat pabrik kelapa sawit yang beroperasi di Aceh.
Dengan total luas perkebunan sekitar 470 ribu hektare.
Aceh harus mampu mengambil kesempatan agar mampu menghasilkan PAD dan terbukanya lapangan kerja.





