UIN Ar-Raniry Kembangkan Material Baterai dari Tumbuhan Lokal Daun Sikhoh-Khoh

Newspaper Theme

Terkininew
Berita terkini

Newspaper Theme

UIN Ar-Raniry Kembangkan Material Baterai dari Tumbuhan Lokal Daun Sikhoh-Khoh

Banda Aceh – Pujatv.com Peneliti Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh mengembangkan material baterai ramah lingkungan berbasis tumbuhan lokal Aceh, yakni daun sikhoh-khoh atau yang dikenal juga sebagai daun balakacida. Inovasi ini dinilai berpotensi meningkatkan kinerja baterai lithium-ion sekaligus mendukung pengembangan teknologi energi masa depan.

Penelitian tersebut dipimpin oleh Dr. Abdullah Mujahid Hamdan dari Fakultas Sains dan Teknologi UIN Ar-Raniry. Riset ini bertujuan untuk mendorong pengembangan teknologi energi berkelanjutan serta memperkuat upaya kemandirian energi nasional.

Rektor UIN Ar-Raniry, Mujiburrahman, mengapresiasi capaian tim peneliti yang dinilai mampu menunjukkan kontribusi perguruan tinggi dalam pengembangan teknologi masa depan.

Menurutnya, hasil riset tersebut menjadi bukti bahwa kampus memiliki peran penting dalam melahirkan inovasi yang dapat memberikan manfaat luas bagi masyarakat, khususnya dalam sektor energi.

Penelitian ini juga melibatkan kolaborasi dengan sejumlah lembaga riset nasional, di antaranya Institut Teknologi Bandung (ITB), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta fasilitas penelitian di Universitas Negeri Surakarta melalui Pusat Unggulan IPTEK.

Riset tersebut didanai melalui program MORA The AIR Fund, yaitu skema pendanaan riset hasil kerja sama Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (PUSPENMA) Kementerian Agama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Dalam penelitian ini, tim peneliti mengembangkan material komposit nikel oksida dan grafit menggunakan metode green synthesis, yakni teknik ramah lingkungan yang memanfaatkan ekstrak tumbuhan dalam proses pembentukan material.

Material yang dihasilkan kemudian digunakan sebagai anoda pada baterai lithium-ion. Hasil uji menunjukkan bahwa material tersebut memiliki kapasitas penyimpanan energi sekitar 22,7 persen lebih tinggi dibandingkan grafit komersial, dengan efisiensi energi mencapai sekitar 99 persen.

Mujahid menjelaskan penelitian tersebut telah dilakukan selama sekitar satu tahun terakhir sebagai bagian dari upaya UIN Ar-Raniry untuk bersinergi dengan program pemerintah di bidang energi dan inovasi teknologi.

Meski demikian, penelitian baterai berbasis litium memiliki tantangan tersendiri karena membutuhkan fasilitas laboratorium serta perangkat khusus yang memenuhi standar keselamatan.

Ke depan, tim peneliti berencana melanjutkan riset untuk pengujian jangka panjang serta pengembangan skala produksi, sehingga teknologi ini dapat mendukung penguatan industri baterai nasional.

Newspaper Theme

Demonstran Bentang Bendera Bulan Bintang Saat Desak Pemerintah Percepat Penanganan Bencana

Demonstran Bentang Bendera Bulan Bintang Saat Desak Pemerintah Percepat Penanganan Bencana Banda Aceh – Pujatv.com Aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Aceh, Jumat (3/7/2026),...

Pemulihan Banjir Dinilai Lamban, Massa Unjuk Rasa ke Kantor Gubernur Aceh

Pemulihan Banjir Dinilai Lamban, Massa Unjuk Rasa ke Kantor Gubernur Aceh Banda Aceh – Pujatv.com Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Aceh bersama perwakilan...

Ide Kreatif Warga Sulap Rawa Semak Belukar Jadi Taman Wisata Alam Edukatif

Ide Kreatif Warga Sulap Rawa Semak Belukar Jadi Taman Wisata Alam Edukatif Bener Meriah – Pujatv.com Kawasan rawa yang sebelumnya dipandang kumuh dan terbengkalai kini...

Warga Resmikan Pembukaan Jalan Tajuk Enang-Enang Hasil Swadaya Masyarakat

Warga Resmikan Pembukaan Jalan Tajuk Enang-Enang Hasil Swadaya Masyarakat Bener Meriah – Pujatv.com Ratusan warga memadati kawasan Tajuk Enang-Enang, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener...

POPULERnew
Berita terpopuler