1.500 Personel AS Dievakuasi dari Bahrain di Tengah Eskalasi Serangan Iran

Bahrain – Pujatv.com Amerika Serikat dilaporkan mulai menarik ribuan personel militer beserta keluarga mereka dari sejumlah pangkalan di kawasan Timur Tengah, menyusul meningkatnya eskalasi serangan dari Iran yang menyasar fasilitas militer AS.
Langkah evakuasi ini dilakukan sebagai upaya mitigasi risiko di tengah memanasnya konflik. Mengutip laporan National Public Radio (NPR) yang disiarkan melalui Azeri Press Agency, ratusan personel Angkatan Laut Amerika telah dipulangkan setelah serangan rudal dan drone menghantam pangkalan militer AS di Bahrain.
Selain Bahrain, proses evakuasi juga dilaporkan berlangsung di beberapa titik lain di kawasan Timur Tengah sebagai langkah antisipatif untuk mengurangi potensi korban jiwa di tengah meningkatnya ketegangan militer.

Sedikitnya 1.500 personel militer dan anggota keluarga telah dievakuasi dari Bahrain, yang merupakan markas penting Armada Kelima Angkatan Laut Amerika Serikat. Sebelum eskalasi konflik, pangkalan tersebut diketahui menampung sekitar 8.000 personel aktif.
Sementara itu, data internal Pentagon yang dipublikasikan melalui The Wall Street Journal menyebutkan bahwa sejak dimulainya operasi militer terhadap Iran pada 28 Februari 2026, tercatat 13 prajurit Amerika Serikat gugur dan 365 lainnya mengalami luka-luka.

Dari jumlah korban tersebut, sebanyak 247 merupakan personel Angkatan Darat, 63 dari Angkatan Laut, 36 dari Angkatan Udara, serta 19 anggota Korps Marinir.
Meningkatnya tekanan militer dari Teheran mendorong Washington untuk meninjau kembali strategi penempatan pasukan di kawasan, guna menghindari kerugian yang lebih besar dalam konflik terbuka yang terus berkembang.





