Warga Pidie Jaya Kembali Mengungsi, Banjir Rendam Permukiman

Pidie Jaya – Pujatv.com Warga di 13 desa yang berada di Kecamatan Meureudu dan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, kembali mengungsi setelah banjir merendam permukiman mereka akibat jebolnya tanggul Sungai Krueng Meureudu, Rabu (8/4/2026) malam.
Seluruh warga di dua kecamatan tersebut telah dievakuasi ke lokasi yang lebih aman. Ketinggian air dilaporkan mencapai hingga 1,5 meter di sejumlah titik.
Bupati Sibral Malaysi mengatakan, warga yang bermukim di sepanjang aliran sungai telah meninggalkan rumah mereka untuk menghindari risiko yang lebih besar.
Ia menjelaskan, jebolnya tanggul disebabkan meningkatnya debit air setelah wilayah tersebut diguyur hujan deras. Selain itu, kondisi tanggul yang sebagian materialnya berasal dari lumpur sisa bencana akhir 2025 membuatnya tidak mampu menahan derasnya arus sungai.

Banjir juga menggenangi Jalan Lintas Nasional Medan–Banda Aceh, tepatnya di Desa Meunasah Krueng, Kecamatan Meureudu. Akibatnya, kendaraan roda dua maupun roda empat untuk sementara waktu belum dapat melintas di jalur tersebut.
Sibral juga meminta Presiden Prabowo Subianto, serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan Satgas PRR, untuk segera melakukan penanganan terhadap kondisi Sungai Krueng Meureudu yang rusak sejak banjir besar pada akhir 2025.
Menurutnya, sungai tersebut melintasi dua kecamatan sehingga berpotensi meluap setiap kali terjadi hujan deras dan kembali merendam permukiman warga.
Hingga saat ini, pemerintah daerah masih bersiaga untuk mengantisipasi kemungkinan peningkatan debit air apabila hujan kembali turun.






