Alfian: APBA 2026 Dinilai Tak Berpihak ke Rakyat, Soroti Polemik Dana JKA

Banda Aceh — Pujatv.com Polemik dugaan raibnya dana Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) terus menuai sorotan publik. Koordinator Masyarakat Transparansi Aceh, Alfian, menilai Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) Tahun 2026 tidak sepenuhnya berpihak kepada kepentingan masyarakat.
Menurut Alfian, hingga kini belum ada kejelasan terkait penggunaan anggaran JKA sebesar sekitar Rp300 miliar yang disebut hilang dengan dalih efisiensi. Kondisi ini dinilai memperpanjang polemik di tengah masyarakat.
Ia menjelaskan, secara teknokratis memang terdapat kebijakan efisiensi fiskal dalam pengelolaan anggaran daerah, sejalan dengan arahan pemerintah pusat. Namun, jika dilihat dari perspektif politik anggaran dan struktur APBA, kebijakan tersebut dinilai tidak mencerminkan efisiensi yang sesungguhnya.

Alfian menyoroti bahwa dalam postur APBA 2026, belanja aparatur pemerintah justru mengalami peningkatan dan menjadi yang tertinggi dalam lima tahun terakhir. Selain itu, pengadaan mobil dinas dengan nilai mencapai Rp27 miliar juga turut dianggarkan.
Menurutnya, kondisi ini menunjukkan adanya ketimpangan prioritas anggaran di tengah kebutuhan masyarakat yang masih tinggi, terutama dalam sektor pelayanan publik seperti kesehatan.
“Jika fakta ini disampaikan ke publik, maka kesimpulannya anggaran Aceh hanya untuk mereka, bukan untuk rakyat,” ujarnya.

Ia menegaskan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran daerah, agar kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah tetap terjaga serta kebijakan yang diambil benar-benar menyentuh kebutuhan publik.





