Siswa di Aceh Utara Masih Gunakan Rakit ke Sekolah, Pertaruhkan Nyawa Demi Pendidikan

Aceh Utara — Pujatv.com Potret perjuangan pendidikan masih terlihat di Dusun Biram, Desa Plue Pakam, Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara. Setiap pagi, sejumlah siswa harus menyeberangi sungai menggunakan perahu sederhana demi bisa sampai ke sekolah.
Di saat anak-anak lain berangkat dengan aman dan nyaman, mereka justru harus menghadapi risiko besar. Tanpa perlengkapan keselamatan seperti jaket pelampung, para siswa mengandalkan keberanian untuk melintasi arus sungai yang kerap deras, terutama saat musim hujan.
Bahaya selalu mengintai. Air yang meluap sewaktu-waktu dapat mengancam keselamatan mereka. Namun, semangat untuk menuntut ilmu membuat mereka tetap bertahan.

Perjuangan itu tidak hanya menguras tenaga, tetapi juga biaya. Setiap kali menyeberang, siswa harus membayar ongkos perahu sebesar Rp2.000. Jika diakumulasikan selama enam tahun masa sekolah dasar, biaya yang dikeluarkan bisa mencapai hampir Rp5 juta.
Setelah menyeberangi sungai, perjuangan belum usai. Para siswa masih harus berjalan kaki sejauh sekitar tiga kilometer untuk menuju SD Negeri 7 Paya Bakong.
Kondisi ini juga berdampak pada proses belajar mengajar. Para guru kerap mendapati siswa datang terlambat, bahkan tidak masuk sekolah ketika debit air sungai meningkat dan tidak dapat diseberangi.

Keprihatinan pun muncul dari berbagai pihak. Situasi ini menjadi gambaran nyata bahwa akses pendidikan yang layak belum sepenuhnya dirasakan merata.
Harapan akan pembangunan jembatan kini bukan lagi sekadar keinginan, melainkan kebutuhan mendesak yang telah lama dinantikan warga demi keselamatan dan masa depan anak-anak di wilayah tersebut.





