Demo Cabut Pergub JKA, Sekda Aceh Sebut Program Berjalan Lancar dan Akan Dievaluasi

Banda Aceh – Pujatv.com Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Aceh menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh, Senin (4/5/2026).
Aksi tersebut merupakan bentuk penolakan terhadap Peraturan Gubernur Aceh Nomor 2 Tahun 2026 tentang Jaminan Kesehatan Aceh (JKA). Massa yang terdiri dari elemen masyarakat dan mahasiswa itu membawa spanduk berisi tuntutan pencabutan regulasi tersebut.
Selain berorasi di halaman kantor gubernur, massa juga menyampaikan aspirasi secara terbuka di lobby utama gedung.
Menanggapi aksi tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, yang menemui langsung para demonstran menyatakan bahwa program JKA saat ini sudah mulai berjalan dan akan dievaluasi secara berkala.
Ia menjelaskan, sejauh ini pelaksanaan JKA di rumah sakit pemerintah tidak mengalami kendala berarti. Pemerintah juga mencatat cakupan peserta yang cukup besar dari berbagai kelompok masyarakat.

Untuk kelompok desil 1 hingga 5 yang masuk dalam skema JKN, jumlah peserta tercatat lebih dari 3,2 juta jiwa. Sementara itu, peserta mandiri mencapai lebih dari 1,12 juta jiwa. Pemerintah juga menyiapkan tambahan kuota untuk mengakomodasi kebutuhan layanan.
Pada kelompok desil 6 dan 7, jumlah pendaftar awal mencapai sekitar 604 ribu jiwa, dengan tambahan calon peserta lanjutan sebanyak 260 ribu jiwa. Pengaturan kuota dilakukan untuk memastikan validitas data serta pemerataan akses layanan kesehatan.
Sementara itu, sisa kuota sekitar 416 ribu dialokasikan bagi masyarakat pada desil 8, 9, dan 10. Dari kelompok ini, sekitar 34 ribu warga dengan kondisi penyakit katastropik telah dialihkan ke dalam cakupan program JKA.
Terkait dinamika yang terjadi, M. Nasir menyebut pemerintah masih membutuhkan waktu untuk melakukan evaluasi terhadap Pergub Nomor 2 Tahun 2026. Evaluasi akan dilakukan jika ditemukan hambatan dalam pelaksanaan di lapangan.

“Program ini baru berjalan beberapa hari, sehingga masih dalam tahap awal. Pemerintah akan terus memantau sebelum mengambil langkah lanjutan,” ujarnya.
Aksi demonstrasi tersebut menjadi bagian dari respons masyarakat terhadap implementasi program JKA. Pemerintah Aceh memastikan akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi guna menjamin pelayanan kesehatan yang optimal bagi masyarakat.





