LHOKSEUMAWE- PUJAACEH.COM– Upaya untuk melestarikan jejak sejarah Sultan Malikussaleh tidak hanya dengan melakukan pemugaran peninggalan peradaban pada masa jayanya Kerajaan Islam pertama di Indonesia, tetapi juga menghargai apa yang telah ditorehkan oleh sosok Sultan Malikussaleh dengan mengusulkan agar sultan yang fasih membaca alquran ini menjadi pahlawan nasional.
Wacana yang digaungkan oleh keluarga besar Bangsawan Pasee atau Kbbp ini disampaikan saat melakukan silaturahmi dengan sejumlah keturunan ampon dan pocut dari wilayah Kabupaten Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe di salah satu cafe di Kota Lhokseumawe.
Kegiatan yang dipadukan dengan perayaan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW dan santunan anak yatim ini, tidak hanya berlangsung di Kota Lhokseumawe, tapi juga di Banda Aceh dengan mengusung tema yang sama.
Juru bicara KBBP Aceh, Teuku Sofianus, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRK Lhokseumawe mengatakan bahwa, sudah selayaknya Sultan Malikussaleh diusulkan sebagai pahlawan nasional, bahkan KBBP juga berusaha untuk memugar salah satu makam sosok pemimpin aceh tempo dulu, Tgk Laksamana, yang ada di Gampong Sawang Krueng Mane Kabupaten Aceh Utara.
“Pengusulan Sultan Malikul Saleh ini adalah komitmen kita bersama, kita mau beliau benar-benar harus dihargai, karena titik nol Aceh berawal dari Samudera Pasai yang harus diketahui sampai anak cucu kita, jadi ini harus kita gemakan” ujarnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Malikussaleh, Herman Fitra yang ditemui puja tv aceh secara terpisah, menyambut baik dan mendukung penuh usulan dari Bangsawan Pasee agar Sultan Malikussaleh dijadikan pahlawan nasional.
Bahkan para civitas akademika universitas yang menabalkan nama Malikussaleh diharapkan mampu meneladani sosok sultan ini dalam beraktifitas di dunia akademik.
“Untuk mendukung hal tersebut, kami memiliki para civitas akademika yang kompten dibidangnya untuk mempersiapkan naskah akademik agar tujuan menjadikan Sultan Malikussaleh sebagai pahlawan nasional terwujud” pungkasnya.



