BANDA ACEH – PUJATVACEH.COM – Zulfata sempat kecewa karena tidak bertemu Rachmat Fitri di Kantor Dinas Pendidikan Aceh. Dirinya tidak tahu jika Kadis Pendidikan tidak lagi di jabat oleh Rachmat Fitri. Akhirnya zulfata beserta guru pendampingnya, yang khusus datang dari Kabupaten Bireuen untuk mengantar coretan sketsa wajah dengan pensil diterima di kediaman mantan orang nomor satu di Dinas Pendidikan Aceh tersebut.
Zulfata, penyandang tuna rungu tersebut, sudah beberapa kali membuat sketsa pejabat yang berkunjung ke sekolahnya, tapi khusus untuk Rachmat Fitri, dia melukis melalui foto.
Keinginannya yang kuat untuk mengantarkan sketsa hasil coretan tangannya sendiri ke Rachmat Fitri tidak bisa di bendung oleh guru pendampingnya Darmiati. Meskipun cukup jauh dari Bireuen ke ibukota Provinsi Aceh, bukan halangan bagi dirinya untuk bisa bertemu dengan sosok yang dikaguminya selama ini.
“Zulfata sempat bertanya yang mana sosok Kepala Dinas Pendidikan Aceh dan ingin bertemu, akhirnya dia membuat lukisan tangan sketsa wajah dengan menggunakan pensil 2b untuk sosok yang dianggap telah melayani para disabilitas dengan baik selama ini” ujar Darmiati, Guru SLB YTC Kuta Blang Kabupaten Bireuen.
Sementara itu, mantan Kadis Pendidikan Aceh Rachmat Fitri mengapresiasi sketsa wajah dirinya yang dilukis oleh Zulfata, dan berharap agar menjadi inspirasi bagi para siswa disabilitas lainya dan masyarakat agar kedepannya lebih memperhatikan para penyandang disabilitas agar mereka bisa mengeksplor kemampuan dirinya dan bisa mandiri hendaknya.
“Zulfata sangat pintar dan mahir melukis, dirinya memiliki kemandirian yang tidak boleh diremehkan oleh orang lain, dan kita harus terus mendorong upaya-upayanya kedepan” pungkasnya.



