Sempat menolak untuk direlokasi, ratusan para pedagang yang berlokasi di Pasar Kartini Peunayong mulai pindah dan menempati pasar Al-Mahirah Lamdingin Kota Banda Aceh. (11/6)

BANDA ACEH – PUJATVACEH – Sempat menolak untuk direlokasi, ratusan para pedagang ikan, pedagang ayam, pedagang sayur dan buah-buahan yang berlokasi di Pasar Kartini Peunayong kini mulai pindah dan menempati pasar Al-Mahirah Lamdingin Kota Banda Aceh pada pekan lalu.

Meski sebelumnya para pedagang menolak untuk di relokasi karena pasar yang baru belum tertata dengan baik serta lokasi yang jauh dari permukiman warga. Sehingga dikhawatirkan akan sepi dari pembeli, warga pun terpaksa pindah ke pasar baru lantaran tidak memiliki lokasi lain untuk berjualan.

Dari 789 kios dan lapak dagang kaki lima yang berada di Komplek Pasar Al-Mahirah Lamdingin tersebut, 738 diantanya mulai diisi oleh para pedagang sehingga aktifitas jual beli warga kini mulai tampak ramai.

Salah satu pembeli, Syarifah mengatakan bahwa untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari ia harus menempuh jarak yang sangat jauh dari biasanya. Selain itu, kondisi Pasar Al-Mahirah Lamdingin yang becek dan belum tertata rapi membuat pembeli merasa tidak nyaman.

“Ini masalahnya lebih becek dan jaraknya yang lumayan jauh, kalau soal harganya sama aja. Saya dari Gampong Laksana, kalo saya lebih nyaman di Peunayong karena lebih dekat”, Keluh Syarifah, pembeli.

Sementara itu, seorang pedagang bernama Riyan mengungkapkan terkait relokasi para pedagang ke Pasar Al-Mahirah Lamdingin adalah cara yang tidak efektif dan merugikan warga. Pasalnya, lokasi pasar yang jauh dari permukiman warga dan membuat pedagang merugi akibat kurangnya pembeli.

“Pasarnya belum dibenahi, belum ditata rapi. Ini karena terpaksa, kami sebenarnya belum menyetujui karena fasilitasnya belum memadai dan tata tertibnya juga belum jelas”, Ungkap Riyan, Pedagang.

Menurut Muhammad Nurdin, Kadis Koperasi, UMKM dan Perdagangan menjelaskan jika relokasi pasar tersebut sudah direncanakan sejak tahun 2016 karena kawasan itu merupakan pusat perkotaan yang kondisinya sangat memprihatinkan serta mengakibatkan kemacetan.

“Proses relokasi bisa berjalan dengan lancar dan seluruh pedagang yang dulu ada di pasar Peunayong semuanya sudah beralih kemari dan sudah mendapat tempat masing-masing untuk berjualan. Kondisi pasar sudah semakin membaik, bahkan aktivitas perdagangan justru terjadi hampir 24 jam”, kata M. Nurdin, Kadis Koperasi, UMKM dan Perdagangan.

Pasca para pedagang direlokasi, Pemkot Banda Aceh telah menutup dan membongkar lapak Pasar Kartini Peunayong. Selain itu, kawasan tersebut akan kembali ditata guna untuk dijadikan pusat kuliner dan kawasan wisata di pusat Kota Banda Aceh.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini