Lhokseumawe – Pujatvaceh.com – Aksi protes dilakukan sejumlah buruh bongkar muat, dibawah naungan Persatuan Seluruh Buruh Indonesia Kota Lhokseumawe, Rabu petang (28/7) yang dipicu oleh rekanan proyek renovasi gedung Bank Indonesia yaitu PT. Wika, yang terkesan mempermainkan nilai upah serta peluang pekerjaan bagi warga sekitar.
Dalam aksi itu, para buruh meluapkan protes dan kecewa terhadap PT. Wika, karena memasang harga bongkar muat barang material dibawah standar. Para buruh juga mengancam truk muatan material keluar dari lokasi tersebut.
Adi, salah seorang buruh mengaku, setiap kali melakukan bongkar muat, pihak rekanan selalu melakukan negosiasi dengan harga rendah, serta mengulur waktu negosiasi dari pagi hingga sore hari. Dirinya juga menilai PT. Wika terkesan tidak mengutamakan kearifan lokal dan tidak membuka peluang bagi warga sekitar ikut dalam pembangunan tersebut.
Setelah mendapat protes keras dari para buruh, akhirnya pihak PT. Wika menyetujui pembayaran upah sesuai dengan standar, dan kembali mengajak para buruh untuk melakukan bongkar muat.
“Pihak PT. Wika nego mengurangi upah, sehingga menghambat kegiatan bongkar muat. Perusahaan tidak jelas seperti ini jangan lagi ada di Aceh karena harga upahnya tidak cocok untuk buruh,” ungkap Adi.
Usai diprotes para buruh dan melakukan pembongkaran, truk bermuatan material proyek renovasi gedung Bank Indonesia Kantor Perwakilan Lhokseumawe tersebut, mengalami kecelakaan tunggal yakni menabrak pagar taman Riyadhah, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe pada Rabu pukul 19:30 WIB.
T. Syawaluddin selaku Sub PT. Malahayati Gerbang Nanggroe sekaligus penanggung jawab armada truk mengatakan, peristiwa itu terjadi karena sopir truk tidak habis membelok stir ke kanan, sehingga terjadi kekosongan angin mesin dan menyebabkan truk tidak terkendali hingga menabrak pagar taman. Atas insiden itu, pihaknya akan bertanggung jawab dan mengganti rugi atas kerusakan yang ditimbulkan.
“Pada saat selesai bongkar kita mundur dan truk tidak habis potong sehingga mesin mati karena kehabisan angin,” ujar T Syawaluddin.



