Aceh Barat – Pujatvaceh.com – Pandemi Covid-19 tidak hanya berdampak pada kesehatan, namun juga berimbas pada perekonomian masyarakat. Tidak terkecuali kepada para pelaku usaha kecil dan menengah atau UMKM, yang membuat sebagian usaha mereka harus gulung tikar. Namun, tidak sedikit pelaku usaha kecil yang dapat bertahan di situasi pandemi Covid-19, dengan mengurangi sebagian karyawannya.
Hal tersebut terjadi pada pelaku UMKM rumahan, kelapa jelly di Desa Peunaga Rayeuk, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat yang terpaksa mengurangi karyawan akibat menurunnya pemasukan di masa pandemi Covid-19.
Sebelumnya, UMKM rumahan ini memiliki 7 orang pekerja dan demi bertahan hidup di tengah pandemi, usaha kelapa jelly tetap berproduksi seperti biasa meski harus memberhentikan sebagian karyawan karena berkurangnya pendapatan. Selama diberlakukan PPKM, produksi kelapa jelly pun jauh menurun karena kurangnya permintaan dari pelaku usaha.
Saat ini produksi kelapa jelly turun drastis hingga 70%, lantas usaha tersebut hanya menghasilkan 30 hingga 50 buah. Padahal sebelum pandemi melanda, pelaku usaha ini mampu memproduksi hingga 300 buah kelapa jelly.
Sebelumnya, usaha rumahan kelapa jelly ini juga sudah dipasarkan di luar kabupaten, seperti Nagan Raya, Aceh Jaya, Blang Pidie, Lhoksemawe, Pidie, Banda Aceh bahkan Kota Medan yang dijual dengan harga Rp 15.000. Namun di masa pandemi dan pemberlakuan PPKM ini, produksi kelapa jelly hanya dipasarkan di kafe dan warung di wilayah Kota Meulaboh.
“Kondisi pandemi sangat mengganggu usaha karena penghasilan menurun dari 300-400 buah tapi setelah pandemi hanya produksi 30- 40 buah dan sekarang hanya mempekerjakan 4 orang,” jelas Agus Hardian.



