Banda Aceh – Pujatvaceh.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) lintas fraksi, Selasa (28/9) sore melakukan konferensi pers dengan awak media terkait pembahasan Anggaran Pendapatan Belanja Aceh Perubahan (APBA-P) tahun 2021 di Gedung Media Center DPR Aceh.

Pada konferensi itu, anggota dewan mengatakan tidak dibahasnya APBA-P 2021 di DPRA karena dikhawatirkan tidak dapat di eksekusi lagi oleh Pemerintah Aceh.

APBA 2021 atau APBA murni saja hingga saat ini belum sepenuhnya terealisasi dengan maksimal, baik yang tender maupun non tender, ditambah dengan anggaran silpa yang mencapai 3,9 triliun.

Ketua Fraksi PA DPR Aceh, Tarmizi Panyang mengatakan tidak terjadinya pembahasan APBA-P 2021 dikarenakan kesalahan Pemerintah Aceh sendiri. Pemerintah Aceh diminta agar tidak menyalahkan DPRA dikarenakan tidak adanya pembangunan rumah dhuafa. Tarmizi juga mengatakan jika memang Pemerintah Aceh serius, mengapa tidak di APBA Murni kemarin dipangkas untuk rumah dhuafa.

“Tidak terjadinya pembahasan APBA-P karena Pemerintah Aceh tidak pernah mengusulkan ke DPRA, bukan setuju dan tidak setuju. Terkait dengan komentar Pemerintah Aceh mengenai rumah dhuafa ini kesalahan mutlak oleh Pemerintah Aceh bukan kesalahan DPRA. Saya meminta kepada Pemerintah Aceh untuk tidak menyalahkan DPRA karena rumah dhuafa yang tidak dibangun,” jelas Tarmizi.

Sementara itu dari Fraksi Demokrat yang dihadiri oleh HT. Ibrahim Ketua Fraksi Partai Demokrat mengatakan, dari Fraksi Demokrat mendorong semoga terjadinya perubahan, namun belum adanya skema perubahan APBA-P sehingga tidak dibahas lagi, ditambah lagi dengan mepetnya waktu.

Namun dirinya meminta semoga saat pembahasan APBA 2022 nanti, pembangunan rumah dhuafa harus menjadi prioritas utama, baik yang baru maupun yang di data pada tahun 2021 lalu.

“Kita kemarin mencoba agar adanya perubahan, namun belum ketemu bagaimana skema pembahasan tentang APBA-P. Tapi melihat dari waktu juga tidak memungkinkan lagi untuk dibahas karena paling lambat untuk pembahasan tersebut di 30 September ini. Saya meminta kepada teman-teman di semua fraksi DPR Aceh agar saat pembahasan APBA 2022 nanti, pembangunan rumah dhuafa harus menjadi prioritas utama, baik yang baru maupun yang di data pada tahun 2021 lalu,” ungkap Ht. Ibrahim.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini