Aceh Utara – Pujatvaceh.com – Satuan Reserse Kriminal Polres Lhokseumawe, menggelar rekontruksi kasus pembunuhan supir taxi online, Chiw Yit Hauw yang jasadnya ditemukan di jurang kilometer 31 Gunung Salak, Dusun Jabal Antara, Kecamatan Nisam Antara, Aceh Utara. Polisi menghadirkan langsung 2 orang tersangka yaitu MY dan NU, serta 1 orang DPO yaitu LO yang diperankan oleh warga, pada Selasa kemarin.
Dalam rekonstruksi itu, tersangka memperagakan 13 adegan di 3 lokasi terpisah, yakni di Mapolres Lhokseumawe, Perbatasan Sido Mulyo dan Desa Alue Papen, hingga di kawasan Gunung Salak, Aceh Utara.
Para tersangka memperagakan satu persatu adegan, mulai dari merencanakan perbuatan kejinya itu, mengajak korban untuk mengantarkan mereka ke Aceh, menghabisi nyawa korban, hingga membuang jasad korban ke jurang.
Adegan ke 8 di kawasan Perbatasan Sido Mulyo dan Desa Alue Papen, merupakan adegan dimana para tersangka menghabisi nyawa korban, dengan cara mencekik leher korban dengan menggunakan sabuk pengaman mobil, hingga tewas.
Rekonstruksi dilanjutkan ke adegan ke 9, dimana para tersangka kebingungan setelah korban tak bernyawa. Hingga memutuskan untuk membuang jasad korban ke jurang yang ada di Kawasan Gunung Salak, Aceh Utara.
“Tujuan Rekonstruksi ini agar membuat perkara ini lebih terang, di rekontruksi ini ada 13 adegan dari mulai penjemputan pertama sampai pembuangan mayat di TKP dan untuk kali ini kita laksanakan langsung di TKP,” ungkap AKP Yoga Panji Prasetya, Kasatreskrim Polres Lhokseumawe.
Kasi Pidana Umum, Kejaksaan Negeri Aceh Utara, Yudhi Permana, mengatakan, dalam rekonstruksi tersebut pihaknya tidak menemukan temuan baru. Namun dari 16 adegan dipersingkat menjadi 13 adegan dan menurut mereka sudah sempurna.
Setelah rekonstruksi ini dilakukan, selanjutnya penyidik segera merampungkan berkas dengan melampirkan foto rekonstruksi. Apabila sudah P21 maka tersangka dan barang bukti akan diserahkan ke kejaksaan.
“Ketiga tersangka sepakat merencanakan pencarian mobil untuk digelapkan dan pergi ke Sumatera Utara. Sampai disana dan transit, keluar ide awalnya menarargetkan mobil rental tapi tidak berhasil, sehingga NU menghubungi korban selaku supir online. Lalu tersangka berjumpa dengan korban dan bersepakat pengantaran dari Medan ke Langsa. Dan dari langsa menuju ke Lhokseumawe dengan penambahan ongkos. Mungkin karena target awal yang awalnya tidak terpenuhi timbulah keinginan untuk pembunuhan sampai melakukan pembuangan mayat di Gunung Salak,” jelas Yudi.



