Lhokseumawe – Pujatvaceh.com – Kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, menyebabkan Waduk Reklamasi Pusong, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, dipenuhi dengan sampah.

Waduk seluas 60 hektare tersebut dicemari berbagai macam sampah, hingga mengeluarkan bau tak sedap bahkan berpengaruh terhadap fungsi waduk, sebagai pengendali banjir di Kota Lhokseumawe.

Untuk mengatasi permasalahan sampah tersebut, petugas Babinsa Koramil 16 Banda Sakti, Kodim 0103 Aceh Utara, bersama warga bergotong royong membersihkan waduk, dengan menggunakan perahu ponton rakitan mahasiswa, sejak satu pekan terakhir. Perahu ponton rakitan yang dioperasikan setiap harinya itu, dinilai mampu mengatasi permasalahan sampah di Waduk Pusong Lhokseumawe hingga 50%.

Komandan Kodim 0103 Aceh Utara, Letkol Arm Oke Kistanto menyebutkan, pembersihan waduk dari sampah merupakan inisiatif dari TNI sebagai rasa peduli terhadap kesulitan rakyak dan juga untuk menciptakan lingkungan yang bersih, mengingat Waduk Lhokseumawe juga dijadikan sebagai lokasi wisata warga.

“Kegiatan ini merupakan inisiatif kita dari TNI dengan bekerjasama UPTD di waduk karena mereka yang bertanggung jawa mengenai waduk di Lhokseumawe. Sehingga setiap hari Babinsa akan bekoordinasi pada pihak UPTD dan menggerakkan anggota untuk membantu pembersihan sampah di waduk ini. Selain rasa peduli terhadap kesulitan rakyat, juga untuk menciptakan lingkungan yang bersih, mengingat Waduk Lhokseumawe juga dijadikan sebagai lokasi wisata warga,” jelas Letkol Arm Oke.

Babinsa Koramil 16 Banda Sakti, Serda Musfikar mengatakan, cara kerja perahu ponton rakitan yang dirancang khusus untuk membersihkan Waduk Lhokseumawe ini, yaitu dengan cara menyisir sepanjang waduk, satu persatu sampah diangkut secara manual, dan dikumpulkan dalam perahu tersebut. Dalam sehari perahu rakitan itu dapat menampung hingga 800 kilogram sampah.

Namun sayangnya, perahu rakitan mahasiswa Politeknik Negeri Lhokseumawe ini, tidak dapat menjangkau sampah di lokasi dangkal. Sehingga sampan milik nelayan harus mengangkat sampah yang ada di pinggir waduk, yang kemudian dikumpulkan ke dalam perahu rakitan.

“Untuk Perahu ponton rakitan yang kita gunakan masih manual, jadi ketika kita mengangkat sampah dengan menurunkan jaring yang ada di depan perahu, setelah sampahnya penuh maka akan kita angkat untuk dimasukan kedalam bak penampung sampah. Sementara untuk pembuangan sampah juga masih secara menual dengan cara kita mengangkat sampah ketempat pembuangan. Dalam sehari perahu rakitan itu  dapat menampung hingga 800 kg sampah,” jelas Serda Musfikar.

TNI mengimbau agar masyarakat dapat membuang sampah pada tempat yang telah disediakan serta tidak membuangnya ke dalam waduk. Hal itu untuk menjaga lingkungan waduk agar tetap bersih serta dapat berfungsi sebagai pengendali banjir di Kota Lhokseumawe.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini