Lhokseumawe – Pujatvaceh.com – Tujuh puluh santri mulai dari beberapa jenjang usia mengikuti prosesi Haflah Tahrim keempat yang dilaksanakan di Aula Islamic Centre Kota Lhokseumawe Pada Kamis 22 Juni 2023.
Prosesi Haflah Tahrim juga dihadiri oleh para orang tua atau wali santri serta para undangan lainnya, keceriaan para santri terlihat jelas dalam mengikuti acara seremonial tersebut yang didampingi oleh para orang tua.
Penanaman nilai-nilai Al-Qur’an sejak dini menjadi landasan yang kuat dalam pendidikan Al-Qur’an di lembaga pendidik Al-Qur’an yang berpusat di Masjid Islamic Centre tersebut.
Suasana haru disertai linangan air mata dari para santri dan orang tua tidak terbendung saat panitia mempersilahkan para santri yang diwisuda beserta orang tua untuk tampil ke panggung, disertai dengan kalimat yang mengingatkan pengorbanan orang tua terhadap anaknya sehingga buah hatinya bisa sukses kelak membuat para santri terharu.
Apalagi saat disematkan mahkota yang melambangkan mahkota di surga nanti yang akan dikenakan oleh orang tua karena memiliki anak seorang hafidz atau hafidzah membuat suasana bertambah haru. Tidak hanya para santri yang di panggung, santri lainnya juga langsung menemui orang tua masing-masing dan bersimpuh di pangkuan untuk memohon maaf membuat suasana semakin diliputi keharuan yang mendalam sekaligus para orang tua bangga pada anaknya.
Uci Akhyar ketua panitia mengatakan bahwa tujuh puluh tujuh santri yang terdiri dari tingkatan TK hingga SMA atau TKA / TPA/ Madin dan Kelas Takhasus mengikuti proses Haflah Tahrim ke empat.
“Alhamdulillah yang wisuda hari ini ada 77 orang dari tingkatan TKA hingga dengan Takhasus, harapan kita semoga anak-anak ini rajin termotivasi lagi dalam menghafal Al-Qur’an dan dapat mengimplementasikan nilai-nilai Al-Qur’an”ucap Aci Akhyar, Ketua Panitia Haflah Tahrim Ke 4 LPQ Islamic Centre Lhokseumawe.
Sementara itu Kepala LPQ Ustad Zacky Husnadi kepada Puja TV menyebutkan proses pendidikan Al-Qur’an disesuaikan dengan waktu belajar para santri sehingga secara akademik juga diharapkan berprestasi. Dirinya juga berharap agar para santri menerapkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari hari.
“Itu yang sudah menghafal 1 Juz, 2 Juz dan ada juga yang sudah 5 Juz. Yang pertama ada tingkatan TPA kemudian ada tingkatan Madin ada tingkatan Takhasus. Perjalanan tahfiz kita sekarang berganti nama menjadi Takhasus kemudian juga untuk jam belajarnya itu Senin- Jumat kemudian ada 2 sampai dengan 3 jam untuk belajar tahfiz. Harapan kepada wisudawan wisudawati yang mengikuti Haflah Tahrim yang ke-empat ini adalah yang pertama mampu menghafal Al-Qur’an dengan baik dan benar kemudian berprestasi dibidang akademik dan berprestasi dibidang lainnya kemudian mampu mengimplementasikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari” kata Ust. Zacky Husnadi, Kepala LPQ Islamic Centre Lhokseumawe.






