Foto : Sufaini Usman Syekhy, (Teungku Syekhy)

BANDA ACEH – PUJATVACEH.COM – Sufaini Usman Syekhy, alias Teungku Syekhy, sebagai pelopor aksi unjuk rasa yang semula dijadwalkan 26 Maret mendatang di Meuligoe Wali Nanggroe di bilangan Jalan Soekarno Hatta, Darul Imarah, Aceh Besar, membatalkan aksi yang sudah santer dikabarkan beberapa hari terakhir.

Aksi besar-besaran akan menggulingkan Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) Muzakkir Manaf dan Wali Nanggroe Malik Mahmud Alhaytar, batal digelar karna pandemi covid-19 masih belum mereda di Aceh.

Kabar pembatalan aksi ini disampaikan langsung oleh Syekhy CS, saat menggelar konferensi pers di salah satu kediaman kawasan Gampong Doy, Ulee Kareng, Banda Aceh, Rabu (24/3).

Syekhy CS memaparkan alasan pembatalan aksi yang sudah menjadi perbincangan publik selama ini, dikarenakan pihaknya mentaati protokol kesehatan covid-19, dengan tidakmembuat kerumunan, dan juga berpotensi melanggar hukum nantinya.

Meski demikian, kedepannya, aksi mempertanyakan 15 tahun MoU perdamaian akan tetap digelar jika status pandemi covid-19 sudah dicabut.

Ditanyai soal galangan massa aksi, dirinya menjawab memiliki massa yang cukup, dan semua telah setuju dengan apa yang diagendakan.

“Kita sudah punya cukup masa yang jelas, dan semuanya juga telah setuju dengan apa-apa yang diagendakan.” Sebut Syekhy.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini