ASNLF, Gerakan Pembebasan Papua Barat dan RMS Demonstrasi di Den Haag Belanda

Sejumlah Aktivis A-S-N-L-F Atau Gerakan Aceh Merdeka Dan  United Liberation Movement West Papua (ULMWP)Persatuan Pembebasan Papua Barat. Serta Dari Republik Maluku Selatan Yang Merupakan Gerakan Maluku Merdeka. Lakukan Aksi Demonstrasi Damai Di Depan Gedung Pengadilan Internasional Di Den Haag Belanda.

Dalam Aksi Demo Ini, Para Pendemo Turut Mengibarkan Bendera Dari Masing Masing Wilayah Yang Mereka Klaim Ingin Memerdekan Diri. Bendera Yang Dikibarkan Meliputi Bendera Aceh Merdeka, Bendera Papua Barat Dan Bendera Republik Maluku Selatan. Ketiga Bendera Ini Dikibarkan Berdampingan Saat Aksi Demo Damai Berlangsung.

Asnawi Ali Yang Merupakan Perwakilan Dari ASLNF Terlihat Berorasi Menggunakan Pakaian Adat Aceh Dihadapan Publik Kota Den Haag Belanda. Dalam Orasinya Asnawi Ali Mengatakan, Dunia Eropa Seakan Menutup Mata Terkait Isu Kekerasan Oleh Republik Indonesia Yang Terjadi Di Aceh, Papua Serta Di Maluku. Sementara Itu, Perwakilan Dari Republik Maluku Selatan Tidak Ikut Hadir Dilokasi Aksi Dan Hanya Melakukan Orasi Secara Live Dari Perangkat Smartphone.

Selanjutnya, Oridek AP Dari Persatuan Gerakan Pembebasan Papua Barat Juga  Berorasi  Dan  Mengingatkan Dunia. Ke Depannya Papua Merdeka  Akan Membawa Kasus Dekolonisasi Papua Oleh Pemerintah Indonesia Ke Perserikatan Bangsa Bangsa Atau PBB.

Aksi Demontrasi Damai Ini Juga  Dilakukan Dalam Rangka Memperingati Hari Mangkatnya Mantan Sekjen PBB Dag Hammarskold. Mendiang Mantan Sekjen PBB Ini Dahulu Pernah Menangani Masalah Dekolonisasi Papua Dan Juga Sejumlah Bangsa Lain Di Bekas Hindia Belanda Hingga Saat Ini.

Selain Orasi Bebas Dalam Bahasa Inggris, Tuntutan Juga Disampaikan Dalam Bahasa Belanda Dan Bahasa Indonesia. Yang Berisi Kecaman Keras Terhadap Perlakuan Pemerintah Indonesia Terhadap Tiga Wilayah Tersebut.

“Nasir Usman, Perwakilan Acheh-Sumatra National Liberation Front Atau ASNLF Mengatakan, Bahwa Tujuan Demo Ini  Untuk Menunjukan Kepada Dunia  Internasional Bahwa Kasus Tiga  Bangsa Yang Terdiri

Dari Bangsa Aceh, Bangsa  Papua Dan Bangsa Maluku, Yang Merupakan Bekas Wilayah Hindia Belanda. Hingga Kini Persoalannya Belum Terselesaikan Dan Pihaknya Akan Terus Menyuarakan Hal Ini Kepada Dunia Internasional Khususnya Kepada PBB”Jelas Nasir Usman.

Untuk Diketahui, Delegasi ASNLF Yang Ikut Dalam Aksi Demo Damai Di Kota Den Haag Belanda Ini, Berasal Dari  Negara Denmark Dan Negara Swedia.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments