Aceh Barat – Pujatvaceh.com – Curah hujan yang tinggi sejak dua hari terakhir, menyebabkan banjir luapan yang merendam Kabupaten Aceh Barat terus meluas. Hingga kini, sudah 20 desa di enam kecamatan terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 50 sentimeter hingga satu meter.
Sebagian warga kini sudah mengungsi ke rumah sanak famili karena belum ada tenda pengungsian yang disiapkan pihak terkait. Seperti warga Desa Pasi Masjid, Kecamatan Mereubo, Kabupaten Aceh Barat yang memilih mengungsi, warga khawatir jika tidak segera mengungsi, maka bisa saja air meninggi dan tidak sempat menyelamatkan harta benda.
Meski banjir terus meninggi, namun masih banyak warga memilih bertahan di rumah masing-masing meski stok makanan mulai menipis, hal ini terpaksa dilakukan selain untuk menjaga barang berharga, juga dikarenakan belum adanya tempat penampungan yang memadai untuk para pengungsi.
Iqbal Suandi, salah seorang korban banjir mengatakan, kondisi air makin terus naik, namun meskipun demikian dia dan keluarga nya masih tetap bertahan di rumah.
“Puncak pertama dimulai dari hujan selama tiga hari hingga hari ini, dan tinggi air sudah mencapai sekitar setengah meter. Di belakang masih ada tempat istirahat yang sudah ditinggikan maka kita memilih bertahan di rumah,” ujar Suandi selaku Korban Banjir.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah, juga mulai mendirikan tenda darurat, namun tempat penampungan darurat yang disediakan tersebut masih belum memadai dan tidak memiliki dapur umum. Sehingga warga belum menempati tenda darurat dan memilih untuk mengungsi ke tempat saudara. Aparat Desa Pasi Masjid. Zulfikar Saimi, mengatakan, saat ini terpantau lebih dari 50 kepala keluarga yang sudah keluar dari permukiman untuk mengungsi ke rumah sanak saudara.
“Kita berharap kepada para warga, jika kondisi tidak aman lagi untuk berada di rumah maka segera mengungsi ke lokasi yang lebih aman untuk ditempati,” ujar Zulfirkar Saimi, Aparat Desa.
Menurut data sementara dari BPBD Aceh Barat, banjir luapan tersebut terjadi di enam kecamatan, yakni Kecamatan Woyla Timur, Kecamatan Woyla Barat, Kecamatan Meureubo, Kecamatan Johan Pahlawan, Kecamatan Kaway XVI dan Kecamatan Arongan Lambalek.
Cuaca ekstrem dengan intensitas hujan yang tinggi, menyebabkan daerah aliran sungai Meureubo dan sungai Woyla, tidak mampu menampung debit air yang besar, hingga meluap ke sejumlah kecamatan di kabupaten setempat. Saat ini, ketinggian air diperkirakan akan terus meningkat, warga meminta petugas untuk segera menyiapkan perahu evakuasi untuk mengantisipasi air banjir susulan.






