Bubur Asyura, Simbol Kebersamaan Di Awal Tahun Hijriah

Banda Aceh – Pujatv.com : Memasak bubur asyura secara bersama sama untuk menyambut peringatan 10 Muharram merupakan tradisi bagi umat islam setiap awal tahun Hijriah.
Tradisi memasak bubur asyura secara bersama sama pada momentum tahun baru islam sudah ada sejak zaman dahulu, selain sebagai tradisi, memperingati hari asyura yang jatuh pada 10 Muharrah setiap tahunnya, memasak bubur juga merupakan bentuk kepedulian, kebersamaan dan simbol rasa syukur. Selain melakukan amalan amalan kebaikan pada bulan Muharram.

Biasanya bubur asyura dimasak secara bergotong royong, kemudian bubur yang telah dimasak selain di bagi bagikan kepada warga sekitar juga dinikmati secara bersama.
Seperti yang dilakukan oleh para ibu ibu di Gampong Ceurih, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh, para ibu ini berbaur bersama untuk memasak bubur asyura.
Bahan untuk memasak bubur asyura pun beragam, mulai dari beras, kacang kacangan, ubi ubian dan bahan pelengkap lainnya.

Seperti disampaikan oleh Halimah, Halimah bersama sejumlah ibu ibu lainnya di sekitar tempat tinggalnya, kerap melakukan tradisi masak bubur bersama pada setiap 10 Muharram.
Sementara itu Azkia mengatakan bubur yang dimasak secara bergotong royong pada peringatan hari asyura memiliki rasa yang gurih, legit dan memiliki ciri khas tersendiri, dengan perpaduaan santan kelapa dan aneka bahan campuran bubur.





