Diskusi Kesejahteraan Buruh, Koalisi Ngo Ham Aceh Minta Pemerintah Tidak Diskriminatif

Banda Aceh – Pujatv.com : Selain masih adanya ketimpangan psikologis di kalangan masyarakat, nasib buruh di Aceh dinilai masih jauh dari kata sejahteradan kerap luput dari perhatian . Kehadiran pemerintah ditengah derita para buruh sangatlah penting dalam menjamin upah, jaminan sosial serta lingkungan kerja yang layak bagi buruh. Peringatan hari buruh yang kerap dilakukan pada tanggal 1 mai setiap tahunnya, juga belum mampu menjadi solusi.
Diskusi publik yang digelar koalisi NGO HAM Aceh, yang menghadirkan para narasumber kompeten di bidangnya, memaparkan bahwa saat ini masih banyak ketimpangan yang dialami oleh para buruh.

Direktur koalisi NGO HAM Aceh, Khairil Arista juga menyoroti realitas buruh di Aceh, Khairil menilai saat ini standar pendapatan buruh juga belum merata. Khairil juga meminta agar pemerintah tidak bersikap diskriminatif dalam membuat kebijakan ketenagakerjaan.
Hal senada juga disampaikan Habibi Inseun, ketua DPW Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Aceh. Habibi menyebutkan kesejahteraan buruh merupakan pekerjaan rumah bersama pemerintah. Habibi menilai pemerintah Aceh juga belum serius dalam menangani isu ketenagakerjaan, dirinya mengacu pada pengesahan qanun ketenagakerjaan yang sudah molor hingga tujuh tahun.

Diskusi ini menjadi momentum reflektif menjelang peringatan hari buruh 1 mai mendatang, sekaligus menjadi seruan agar pemerintah lebih serius, dalam melindungi dan mengawal hak hak buruh di semua sektor.





