Banda Aceh – Pujatvaceh.com – Ribuan ikan air tawar di daerah aliran sungai Alue Geutah, Desa Simpang Deli Kampung, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya mati diduga keracunan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) sehingga mengeluarkan aroma busuk.
Berdasarkan informasi yang diketahui, kejadian ini bukan pertama kali tapi sudah berulang kali terjadi, hal itu diduga kuat akibat salah satu perusahaan yang melakukan pencemaran lingkungan sehingga mengakibatkan ribuan ikan sepanjang aliran sungai itu mati sejak 3 hari lalu.
Fenomena matinya ikan di aliran sungai yang biasanya menjadi tempat pencarian ikan sehari hari oleh masyarakat itupun menjadi perhatian warga sekitar, mereka datang mengambil ikan untuk dikonsumsi.
Salah seorang warga, Darto menyebut, ribuan ikan yang mati ini bukan kali pertama terjadi, menurutnya ini akibat pencemaran lingkungan limbah PT. Socfindo Kebun Semayam yang diduga membuang limbah ke aliran sungai sehingga kejadian ini sangat meresahkan warga karena warga sering mengambil ikan di aliran sungai.
“Kejadian ini sudah dari hari minggu kemarin kalau tidak salah saya disebakan oleh limbah Socfin sehingga semua jenis ikan di sungai ini mati baik yang kecil maupun yang besar,” ungkap Darto, Masyarakat.
Mendengar adanya laporan masyarakat, tim dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Nagan Raya bersama dengan Kabid pengawasan mendatangi lokasi kejadian, mereka langsung melihat untuk memastikan laporan masyarakat itu benar. Dalam tinjauan itu sekreteris DLHK Nagan Raya, Jufrizal membenarkan adanya temuan ikan mati di aliran sungai tersebut. Dia juga mengatakan air di aliran sungai itu seperti ada campuran minyak, namun pihaknya belum bisa memastikan apakah air limbah itu penyebab matinya ikan tersebut.
Sementara untuk mengetahui dari mana penyebab matinya ribuan ikan serta adanya pencemaran lingkungan itu, pihaknya menelusuri ke perusahaan setempat, mereka mengambil sejumlah sampel air yang berasal dari 3 titik yang berbeda diantara hilir sungai
“Begitu kita menerima laporan kita langsung menindak lanjuti kelokasi dan walaupun hari ini libur
Kita telah menelusuri ke sungai ternyata benar ditemukan banyak ikan yang mati dan kita juga menemukan aliran sungai seperti ada bercampur dengan minyak. Akhirnya kita mencoba mendatangi sebuah perusahaa PKS untuk menelusuri,” jelas Jufrizal, PLT Kepala Dinas DLHK Nagan Raya.
Sementara pihak perusahaan melalui kepala pabrik PT. Socfindo Kebun Semayam, Oka Heri juga mengakui adanya temuan itu oleh DLH setempat, namun dirinya membantah bahwa matinya ribuan ikan itu disebabkan oleh PT Socfindo dan dia mengaku sama sekali tidak mengetahui kejadian itu.
Perusahaan akan tetap konsisten menjaga ambang batas limbah cair yang boleh dibuang ke aliran sungai, Oka juga menambahkan perusahaan akan melakukan komunikasi dengan DLHK Nagan Raya untuk mengetahui apa penyebab kejadian itu. Jika nantinya ada kesalahan pihaknya akan memperbaiki dan perusahaan akan tetap konsisten dalam menjaga lingkungan.
“Mengenai masalah ini terusterang belum mengetahui bisa ada kejadian seperti itu, kita akan berkoordinasi dengan DLHK apa yang menyebabkan seperti itu, dan sampel pembunagan di pabrik bisa dilihat dan diperiksa kalau ada kesalahan kami di sengaja kita segera memperbaiki itu, yakinlah perusahaan akan konsisten untuk menjaga lingkungan hidup desekitar perusahaan,” ungkap Oka Heri, Kepala Pabrik PT Socfindo.



