ACEH TIMUR – PUJATVACEH – Forum Petani Organik mengunjungi area lahan perkebunan jahe seluas 600 meter persegi di Gampong Lhee, Kecamatan Nurussalam, Aceh Timur. Di area perkebunan itu, telah berjejer sekitar 2.500 polybag berukuran 40×50 cm dengan menggunakan media tanam berkomposisi tanah, sekam, arang sekam untuk memudahkan penguapan air yang berlebihan.

Juliandi mengatakan, Forum Petani Organik membina belasan pemuda secara swadaya dan mandiri menggunakan pola penanaman sepenuhnya secara organik tanpa menggunakan bahan kimia sama sekali. Sedangkan untuk perawatan dan pemupukan akan menggunakan pestisida nabati dan organik cair yang berasal dari tumbuhan.

“Kami menanam jahe, menggunakan pupuk organik yaitu sekam bakar, sakam biasa, dan tanah. Lalu kita aduk sehingga jahenya cepat tumbuh dangan subur dan tidak usah lagi memakai pupuk kimia karena didalam sekam ini sudah ada pupuk organiknya, “Katanya.

Ini merupakan sistem tanam berjenjang, untuk tahap awal mereka hanya mengisi sepertiga polybag media tanam. Nantinya akan ditambah pada masa pertengahan untuk memaksimalkan hasil panen.

Para pembina mengajarkan teknik persiapan media tanam, dengan menaburkan hijauan tertentu pada lobang tanam yang ditutup kembali dengan tanah dan dibiarkan selama beberapa hari kedepan untuk ketersediaan bakteri yang dibutuhkan tanaman.

Juliandi perwakilan pemuda mandiri menyampaikan, dirinya melibatkan pemuda setempat yang pengangguran agar membangkitkan ekonomi perekonomian melalui pembudidayaan jahe dan tanaman lainnya secara organik.

“Kita  menggunakan pemuda setempat untuk meningkatkan taraf ekonomi dan kualitas tanaman jahe di daerah kita,” Ucap Juliandi

Pemuda mandiri merupakan sebutan yang cocok untuk mereka sandang, dengan swadaya dan semangat untuk mewujudkan diri sebagai pemuda mandiri. Belasan pemuda ini mendapat binaan dari Zulfan, Founder Rakan Pak Tani Aceh melalui Forum Petani Organik untuk membudidaya jahe di pekarangan rumah dan lahan tidur yang ada di gampong mereka.

Zulfan menuturkan, pada masa pandemi sekarang dirinya bersama tim mengarahkan pemuda setempat untuk mengarahkan diri lebih maksimal dengan memanfaatkan lahan yang ada.

“Karena pandemi, kami merekrut pemuda setempat agar menanam tumbuhan organik dengan memanfatkan perkarangan rumah,” Tuturnya.

Sistem tanam ini akan menggandakan hasil panen sampai tiga kali lipat dibandingkan penanaman langsung pada tanah. Selain penanaman jahe, saat ini pemuda juga sudah membajak lahan untuk penanamam cabe rawit di atas tanah 800 meter persegi.

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments