Gam Desak Presiden Copot Mendagri Dan Tolak Penambahan 4 Batalyon Di Aceh

Aceh Barat – Pujatv.com : Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Forum Gerakan Aceh menggugat atau GAM, melakukan aksi di depan Kantor Perwakilan Rakyat Kabupaten Aceh Barat.
Dikawal ketat aparat kepolisian Polres Aceh Barat, mahasiswa menyuarakan dengan lantang menolak adanya penambahan empat batalyon di Aceh.
Massa memulai aksi nya dibundaran simpang pelor, dengan beroperasi dan membakar ban. Kemudian mereka berpindah menuju ke halaman kantor DPRK Aceh Barat.

Para demontran sempat bersitegang dengan aparat kepolisian dan terjadi aksi saling dorong, saat mereka memaksa masuk ke dalam DPRK. Namun situasi berhasil dikendalikan kembali.
Koordinator aksi Putra Rahmat, mengatakan aksi mereka tersebut untuk menagih komitmen pemerintah pusat terkait mou helsinki.
Mereka juga menyampaikan empat tuntutan antara lain, menolak adanya penambahan batalyon di Aceh, karena dianggap akan menggangu situasi perdamaian Aceh atas trauma masa lalu.

Gam juga mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk mencopot menteri dalam negeri, Tito Karnavian dan Dirjen Administrasi Kewilayahan. Karena telah membuat keputusan yang semena-mena terkait keputusan memindahkan empat pulau tampa melibatkan Aceh.
Selanjutnya, mereka juga mendesak Pemerintah Aceh untuk mengelola seluruh pulau yang ada di Aceh dengan sebaik-baiknya.
Gam meminta Pemerintah Aceh untuk transparan dalam mengelola alokasi dana otonomi khusus atau otsus Aceh. Agar tepat sasaran dan benar diperuntukkan untuk kebutuhan masyarakat.





