Lhokseumawe – Pujatvaceh.com- Usai diguyur hujan deras, sejumlah ruas jalan protokol di Kota Lhokseumawe kembali terendam banjir hingga sekitar 40 cm. Seperti yang terjadi di jalan Perdagangan, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, pada Kamis (16/9) malam.
Akibatnya para pengendara terpaksa memperlambat laju kendaraan saat melewati jalan tersebut, bahkan tidak sedikit dari mereka yang memilih untuk putar balik agar kendaraannya tidak mogok saat melewati genangan air. Selain itu, banjir juga mengganggu aktivitas para pedagang kaki lima yang berjualan di kawasan ini. Kondisi seperti ini telah terjadi sejak beberapa tahun terakhir, bahkan saat musim hujan tiba, dalam waktu 30 menit air mulai mengepung sejumlah ruas jalan tersebut.
Terkait permasalahan itu, Himpunan Mahasiswa Islam cabang Lhokseumawe-Aceh Utara, menilai saat ini pemerintah kota setempat tidak peka terhadap permasalahan yang dialami oleh masyarakat, mengingat kondisi banjir ini sudah terjadi sejak beberapa tahun terakhir.
HMI meminta agar pemerintah Kota Lhokseumawe melalui Dinas PUPR agar segera memperbaiki sistem drainase yang dinilai tidak berfungsi dengan baik. Selain Itu, mereka juga meminta Dinas Lingkungan Hidup Kota Lhokseumawe, agar berperan aktif untuk melakukan pengecekan sistem drainase, agar banjir tidak lagi terjadi.
“Kita mencoba untuk audiensi dengan pemerintah Kota Lhokseumawe, Dinas PU, BPBD dan Dinas Lingkungan Hidup, kita akan mencoba mengirimkan surat dan audiensi kepada mereka, sebenarnya apa kendala dari sejak tahun 2019 sampai saat ini drainase yang ada di pusat kota tersebut belum diperbaiki,” ungkap Arwan Syahputra, Wasekum PTKP HMI Cabang Lhokseumawe-Aceh Utara.
HMI menilai, selain mengganggu akses pengguna jalan, banjir yang terjadi di sejumlah jalan protokol di Kota Lhokseumawe ini juga dapat mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat, yang berjualan di sejumlah kawasan tersebut.



