Aceh Utara – Pujatvaceh.com – Suluk merupakan ritual bathiniah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT yang dilakukan jamaah tarekat Nasabandiyah, salah satunya seperti yang dilaksanakan di Dayah Madinah Al-Munawarah Gampong Matang Baloi Kecamatan Tanah Luas Aceh Utara.
Menjelang Hari Raya Idul Adha atau di bulan Dzulhijjah tahun 1444 Hijriah ada puluhan jamaah yang akan melaksanakan suluk di Dayah Madinah Al-Munawarah, puluhan jamaah tersebut berasal dari berbagai daerah mulai dari Kecamatan Tanah Luas, Nibong, Paya Bakong bahkan dari Kota Lhokseumawe, dalam prosesi suluk diajarkan taubat, Tafakkur dan zikir dengan beberapa tingkatan ilmu yang di ikuti jamaah selama 10 hari, 20 hari, 30 hari bahkan sampai 40 hari jika di bulan Ramadhan.
Pimpinan Dayah Madinah Al-Munawarah, Abiya Zainuddin M. Yusuf setelah memberikan tepung tawar pada sejumlah jamaah menjelaskan, Suluk adalah istilah yang lazim terucap pada kalangan penganut Islam tradisional, lebih khusus pada penganut tarekat Naqsabandiyah, namun suluk secara harfiah bermakna jalan, sementara orang yang menempuh jalan tersebut disebut Saalik. menurut istilah, Suluk dapat dimaknai sebagai upaya hamba mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan cara mengasingkan diri dari duniawi dan memperbanyak ibadah yang bertujuan untuk menyucikan diri dari berbagai bentuk kesalahan dengan berzikir.
“Yang dilakukan ini memang semenjak sudah dari Allah sampai pada Rasulullah sampai pada Sayyidina Ali sampai pada Jibril sampai pada ulama-ulama untuk mendekatkan diri kepada Allah, disamping untuk mendekatkan diri kepada Allah dan dapat mensedikitkan waktu lalai selain daripada ibadah” kata Abiya Zainuddi M. Yusuf, Pimpinan Dayah Madinah Al-Munawarah.
Dirinya menambahkan, meski tempat yang sempit dan fasilitas yang kurang memadai, sejak lima tahun lalu dayah tersebut sudah rutin melaksanakan suluk dan tahun ini hanya diikuti oleh puluhan jamaah serta jamaah perempuan lebih banyak daripada laki-laki.
Di bulan dzulhijjah suluk berlangsung selama 10 hari, selama melaksanakan suluk jamaah akan dituntun langsung oleh pimpinan dayah dengan tahapan yang umum dilakukan mulai dari pembersihan diri dari berbagai kesalahan, kemudian mengisi diri dengan hal hal yang positif serta merasakan kehadiran Allah SWT dalam setiap tarikan nafas dan dalam segala aktifitas.






