Kisah Mesjid terbakar enam tahun lalu di Pirak Timu kini kembali dibangun oleh warga empat Gampong.

Aceh Utara – Pujatv.com : Setelah enam tahun berlalu pasca musibah kebakaran, masyarakat di empat desa kini memulai lagi pembangunan kembali Masjid Besar Taqarrub, Rumah ibadah yang selama ini menjadi pusat kegiatan keagamaan dan sosial di Gampong Alue Bungkoh, Kecamatan Pirak Timu, Aceh Utara.
Masjid Besar Taqarrub akan dibangun kembali ini pernah mengalami kerusakan total akibat kebakaran besar yang terjadi pada 28 Desember 2019 silam. Kebakaran kala itu dipicu Oleh api yang diduga berasal dari korsleting listrik atau ledakan tabung gas di salah satu kedai yang akhirnya dengan cepat menyebar ke masjid dan membakar habis bangunan utama, termasuk kubah dan ruang dalam mesjid kebanggaan masyarakat Pirak Timu.
Pembangunan ulang ini melibatkan pembongkaran struktur lama dan penggalian pondasi baru sesuai dengan rancangan masjid yang lebih megah dan kokoh nantinya.

Pembangunan ini digagas dan didanai serta dilaksanakan oleh Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Taqarrub bersama masyarakat dari empat desa yang tergabung dalam wilayah kemasjidan yaitu: Alue Bungkoh, Pucok Alue, Teupin U, dan Ara Tonton. Proses ini juga didukung penuh oleh para tokoh gampong.
Peletakan batu pertama pada 25 Mei 2023 lalu dilakukan Setelah sebelumnya melalui proses perencanaan bersama dan persiapan teknis yang matang untuk mendapatkan hasil akhir mesjid yang indah dan nyaman serta kokoh dari segi kontruksi.
Masjid Taqarrub kedepannya akan memiliki peran sentral sebagai tempat ibadah, pusat kegiatan dakwah, pendidikan agama, hingga kegiatan sosial antar warga. Karena itu, masyarakat bahu membahu membangun kembali demi menjaga semangat keagamaan dan kebersamaan.
Pembangunan dimulai dengan cara merobohkan bangunan lama menggunakan alat berat ekskavator. Setelah itu dilakukan penggalian pondasi baru, yang akan dilanjutkan dengan pembangunan struktur utama secara bertahap. Seluruh proses dilakukan secara gotong royong, dengan dukungan tenaga lokal, donasi masyarakat, dan arahan teknis dari tim perencana.
“Masjid ini bukan sekadar bangunan, melainkan simbol persatuan dan ruh kehidupan umat. Kami bangkit bersama untuk membangun kembali, dengan niat ibadah dan semangat kebersamaan,” ujar Usman atau yang akrab disapa bang Man Toke salah seorang tokoh masyarakat yang hadir di lokasi pembangunan.
Pembangunan Masjid Taqarrub bukan hanya soal fisik, tetapi juga menjadi lambang kebangkitan spiritual dan sosial masyarakat. Diharapkan masjid ini akan segera selesai, dan kembali menjadi sarana berbagai kegiatan keagamaan bagi warga di empat desa yang selama ini merindukan kehadirannya.(*)





