Jakarta – Pujatvaceh.com – Kantor Staf Presiden (KSP) memastikan negara hadir untuk mengafirmasi kepentingan jamaah haji lanjut usia (lansia) tanpa mengurangi bobot layanan pada jamaah umum lainnya.

Seperti yang dilansir dari tribunnews.com, Deputi IV Kepala Staf Kepresidenan Juri Ardiantoro mengatakan afirmasi Lansia tersebut merupakan bentuk komitmen pelayanan yang ditunjukkan oleh pemerintah melalui seluruh petugas haji di bawah kontrol langsung Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas.

Juri mengatakan layanan prima pemerintah terhadap jamaah haji lansia bukan hanya karena jumlah jamaah lansia tahun ini sangat tinggi, yakni mencapai 30 persen atau 67 ribu orang dari total kuota jamaah haji Indonesia. Melainkan juga bentuk komitmen nyata pelayanan yang berkeadilan dan ramah lansia.

“Tema Berkeadilan dan Ramah Lansia pada penyelenggaraan haji 2023 sangat tepat. Sebab negara benar-benar hadir dan memberikan perhatian khusus terhadap jamaah lansia dan penyandang disabilitas, tanpa mengurangi kualitas layanan pada jamaah umum lainnya, Hingga skenario kemudahan-kemudahan ibadah haji inti di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), Semua sudah disiapkan dan disiagakan di lapangan” kata Juri, Deputi IV Kepala Staf Kepresidenan.

Juri menyampaikan, pemerintah melalui Kementerian Agama telah menyiapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) khusus serta melakukan sosialisasi dan edukasi kepada seluruh petugas haji di PPIH pusat, PPIH kloter, PPIH emberkasi, PPIH Arab Saudi hingga seluruh petugas pendukung terkait pelayanan haji kepada jamaah lansia. Termasuk memberikan pemahaman mengenai fiqih kemudahan-kemudahan bagi lansia.

Selain itu, sambung Juri, pemerintah juga telah menyiapkan dan menyiagakan petugas di lapangan untuk memberikan pelayanan teknis. Seperti penyediaan pendamping bagi lansia yang membutuhkan, layanan kesehatan dari Kementerian Kesehatan, hingga pelayanan informasi dan bantuan tenaga.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini