Aceh Barat – pujatvaceh.com – Najla Esarahim (16), seorang siswi di salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)  di Kabupaten Aceh Barat terbaring lemas di ruang anak Rumah Sakit Umum Daerah Cut Nyak Dhien Meulaboh, pada Selasa (5/10) sore.

Siswi tersebut sakit setelah disuntik vaksin Covid-19 pada Rabu (29/9)2 lalu, ia pun harus mendapat perawatan medis di rumah sakit sejak 3 hari yang lalu. Korban mengalami muntah-muntah dan pusing setelah 2 hari pasca menerima dosis vaksin, dan pada hari ke 4 korban mengalami drop dan jatuh pingsan hingga terpaksa dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.

Sebelum divaksin, Najla, mengaku telah menyampaikan kepada tim medis terkait adanya riwayat penyakit bawaan yang diderita, seperti sakit maag atau asam lambung. Namun, tim vaksinator tetap melakukan tindakan penyuntikan vaksinasi terhadap siswi tersebut.

Hingga saat ini, Najla masih terbaring lemas dengan bantuan alat pernafasan oksigen dan infus. Kondisi ini meyakinkan pihak keluarga yang menduga, hal itu terjadi akibat vaksinasi Covid-19 yang digelar di sekolahnya.

Menurut Ayah Najla, Erisa Adella, usai menjalani vaksinasi anaknya mengalami muntah muntah, lemas dan bahkan jatuh pingsan, serta otot kakinya tak bisa digerakkan. Keluarga berharap adanya tangungjawab dan perhatian kusus dari pemerintah maupun dinas kesehatan setempat untuk membantu penanganan perawatan lebih lanjut, agar Najla bisa pulih normal dan bisa sekolah kembali.

“Ketika anak saya ke sekolah untuk di lakukan vaksinasi sebelumnya di tanya pernah sakit apa saja, anak saya menjawab pernah terkena penyakit lambung hampir setahun. Pada hari keduanya anak saya mulai muntah-muntah, di hari ketiganya lemas gitu dan di hari ke empat pingsan karena asam lambung, langsung saya bawa kerumah sakit,” jelas Erisa.

Humas RSUD Cut Yak Dhien Meulaboh, Susi Maulhusna, menyatakan, dari hasil pemeriksaan oleh dokter, secara fisik pasien normal. Kemungkinan pasien mengalami infeksi pada cerna dan bukan akibat vaksinasi Covid-19. Untuk memastikan penyakit pasien, pihak rumah sakit akan mengambil sampel untuk uji labaratorium.

“Kalau dari penjelasan dokter yang merawat anak ini tidak ada efek samping dari vaksinasi tersebut, kalau dari pemeriksaan fisik kami harus melakukan cek lab terlebih dahulu, karena diduga pasien terinveksi di saluran pencernaan, jika berefek dari vaksin maka pasien setelah di vaksin akan mengalami alergi,” jelas Susi.

Kasus pasien yang diduga mengalami efek setelah suntik vaksin di Aceh Barat, ini merupakan yang ke 2 kalinya terjadi. Namun, hingga kini  belum ada keterangan pasti dari medis terkait penyebab pasien drop pasca vaksin.

Meski demikian pihak Satgas Covid-19 dan Dinkes Aceh Barat, terus berupaya melakukan penanganan pencegahan dan sosialisasi terkait pentingnya vaksinasi, untuk menjaga kekebalan tubuh dari penyebaran Covid-19.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini