BANDA ACEH – PUJATVACEH.COM – Akhir pekan merupakan waktu untuk rehat dan berkumpul bersama keluarga. Di Kota Banda Aceh, anda dengan mudah dapat menjumpai sejumlah lokasi wisata, baik wisata air atau wisata sejarah. seperti monumen tsunami dan sejumlah lokasi wisata lainnya, dan tentunya menarik untuk dikunjungi bersama keluarga tercinta atau bersama rekan sejawat.
Foto : Kapal PLTD Apung
Rakan PUJATV Aceh tentunya tidak asing dengan monumen PLTD apung yang berada di kawasan Punge Blang Cut Kota Banda Aceh. Nah, kapal PLTD apung ini merupakan kapal milik Pembangkit Listrik Negara (PLN) yang terbawa oleh tsunami menerjang Banda Aceh pada tahun 2004 silam, dan terdampar dikawasan Punge Blang Cut. Yang kemudian dijadikan lokasi wisata oleh Pemko Banda Aceh.
Kapal PLTD apung ini memiliki bobot 2.600 ton dengan panjang 63 meter. Sebagai pembangkit listrik, kapal ini mampu hasilkan daya 10,5 megawatt. Luas kapal PLTD ini mencapai 1.900 meter yang kini berdiri ditengah pemukiman warga.
Lokasi wisata PLTD apung ini ramai dikunjungi wisatawan lokal dan mancanegara. Namun saat covid-19 mewabah di aceh, lokasi wisata ini sempat ditutup sementara untuk mencegah penyebaran covid-19. Namun saat ini lokasi wisata bersejarah nan unik ini kembali dibuka untuk publik. Tentunya dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat, sesuai himbauan pemerintah dan peraturan Walikota Banda Aceh.
Setiap pengunjung diwajibkan mencuci tangan, memakai masker dan di cek suhu tubuhnya, nah rakan pujatv aceh, wajib pakai masker ya. Jika tidak maka petugas tidak segan-segan untuk melarang anda masuk. Petugas pun terus menghimbau lewat pengeras suara setiap menitnya, keren ya penerapan protokol kesehatan di lokasi wisata ini.
“Pengunjung wajib mematuhi protocol kesehatan, pakai masker, cuci tangan. Kemudian kita akan cek suhu tubuh. Untuk yang tidak pakai masker maka tidak diizinkan untuk masuk,”Tegas Agus Arianto, Koordinator PLTD Apung.
Salah seorang pengunjung asal takengon deswita mengatakan, dirinya dan keluarga tidak keberatan dengan aturan yang di tetapkan oleh koordinator pltd apung, ini juga merupakan salah satu upaya dalam hal memutus mata rantai penyebaran covid-19 di aceh.
“Tidak keberatan, ini juga untuk mencegah penularan covid-19,”Kata Deswita, Wisatawan lokal asal takengon Aceh tengah.
Nora Safrina, pemandu wisata di PLTD apung mengatakan, pasca dibuka kembali untuk publik, saat ini hanya ada wisatawan domestik yang berkunjung.
“iya, sekarang masih wisatawan domestik yang dating,”sebut Nora Safrina, pemandu wisata di PLTD Apung.
kita tentunya berharap agar covid-19 ini segera mereda dan pariwisata aceh dapat berdenyut kembali, dan masyarakat dapat hidup seperti normal seperti sebelum covid-19 mewabah.
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments