Aceh Besar – Pujatvaceh.com – Kegiatan saban hari ibu-ibu di Gampong Lampanah Teunong, Kecamatan Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar, di bawah rumah panggung mereka mengolah dan menghasilkan produk anyaman dari kulit bili atau bembam, aneka keranjang dan tas dari kulit bili yang produksi di pedalaman Aceh Besar.

Berjumlah 15 orang, setiap hari mereka mampu menganyam kulit bili dengan aneka bentuk ukuran sesuai pesanan pelanggan. Batang bili yang diambil dari pengunungan sekitar desa mereka, lalu dibelah menjadi bilah-bilah kecil, untuk kemudian di angin-anginkan sebelum di anyam.

Selama pandemi, pengrajin anyaman kulit bili, kelompok binaan Bili Droe kebanjiran orderan, dan omset penjualan terus meningkat. Setelah Ulfa Fitria selaku owner Bili Droe melakukan pemasarannya ke sistem jual beli online.

“Penjualannya dalam sebulan kalau ada pesanan minimal 6 juta sampai 7 juta tapi waktu pandemi ini 3 bulan lalu mencapi 10 juta, mungkin dikrenakan sistem online juga,” ungkap Ulfa Fitria, Pengrajin, Owner Bili Droe.

Berkarya dan terus menghasilkan produk-produk yang menarik dan unik merupakan impian dari kelompok pengrajin ini, agar karya mereka dapat menembus pasar mancanegara.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini