Aceh Utara – Pujatvaceh.com – Semenjak nihilnya pasien positif covid-19 di kota Lhokseumawe dan Aceh Utara sejak dua bulan terakhir, kini rumah sakit rujukan cut meutia hanya menghasilkan seratus kilogram limbah infeksius setiap harinya.

Sebelumnya, RSUD Cut Meutia menghasilkan limbah infeksius mencapai empat ratus kilogram perharinya, yang didominasi oleh limbah dari pasien terinfeksi covid-19.

Kabag Humas RSUD Cut Meutia, Jalaluddin menyampaikan, pihaknya memiliki penampungan tiga jenis limbah yaitu cair, infeksius dan non infeksius atau limbah rumah tangga.

Untuk proses pemusnahan, pihak rumah sakit hanya mampu membakar 100 kg perhari limbah infeksius. Sehingga selama pandemi covid-19, petugas harus membersihkan sampai tiga kali dalam sehari, karena limbah covid-19 sangat rentan penularannya.

Limbah infeksius dimusnahkan menggunakan incinerator, yang kemudian abunya akan diserahkan pada pihak ketiga untuk dikirimkan ke Jawa Barat. Sementara limbah non infeksius akan dikelola oleh pihak dinas lingkungan hidup dan kebersihan kota Lhokseumawe, sementara limbah cair akan didaur ulang.

“Untuk limbah infeksius kami membakarnya sendiri setiap hari dengan alat incinerator seberat 100 kg, sedangkan untuk limbah cair kita ada pipa isolasi sehingga yang dikeluarkan nantinya berupa air bening, dan untuk limbah rumah tangga itu sendiri untuk setiap harinya diangkut oleh DLHK” kata Jalaluddin, Kabag Humas RSUCM Cut Meutia

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini