Langsa – Pujatvaceh.com – Setelah sekian lama vakum, pemerintah kota Langsa kini melakukan launching ekspor – impor pelayaran internasional perdana-nya di pelabuhan Kuala Langsa. barang-barang yang dieskpor melalui pelabuhan Kuala Langsa nantinya terdiri dari hasil pertanian, perikanan, dan perkebunan.

Pengiriman barang-barang tersebut menggunakan 2 unit kapal motor (km), yaitu km Nagat 75 GT milik Muslim dari kota Banda Aceh dan km Bowou Farungo 108 GT milik Anto dari kota Tanjung Balai, Sumatera Utara.

Dalam pelayaran kali ini Km Nagata akan membawa muatan ikan tujuan Port Klang Malaysia. sedangkan km Bowou Farungo akan membawa hasil pertanian tujuan Lumut Port dan Hutan Melintang Malaysia. kegiatan ekspor ke malaysia dan thailand ini merupakan perwujudan nota kerjasama Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (imt-gt) yang ditandatangani dalam pertemuan tingkat menteri di Langkawi, 20 juli 1993.

Dalam nota kerjasama tersebut aceh termasuk sebagai salah satu wilayah prioritas kerjasama imt gt. dengan demikian kegiatan ekspor impor ini sudah sepantasnya untuk didukung penuh oleh pemerintah pusat agar kesepakatan kerjasama tersebut terealisasi dan memberi manfaat kesejahteraan bagi masyarakat di ketiga negara.

Pj wali kota Langsa, Said Mahdum Majid mengatakan, kegiatan ekspor yang di launching hari ini diharapkan berbeda dengan kegiatan ekspor sebelumnya yang dilakukan oleh para eksportir, importer. jika ekspor, impor sebelumnya sifatnya personal atau tidak rutin ,  maka pada momen ini kegiatan ekspor akan rutin dan terjadwal yakni setiap hari selasa – kamis dan sabtu sehingga bisa dimanfaatkan bersama-sama oleh para pelaku ekspor dan impor, bahkan jika frekuensi muatan meningkat tidak menutup kemungkinan untuk diadakannya ekspor impor setiap hari. said juga berharap agar dengan dibukanya kembali kesempatan ini para pelaku usaha dapat semaksimal mungkin memanfaatkan pelabuhan ini.

”Kita berharap dengan adanya aktifitas ekspor ini ekonomi masayarakat umum dan khususnya masyarakat Aceh bisa lebih bergairah, jadi kita harap kepada para pengusaha-pengusaha yang ada di Aceh khususnya silahkan manfaatkan ini, manfaatkan fasilitas yang sudah kita kembangkan dan sudah kita launching ini untuk bisa berkesinambungan dalam kegiatan ekspor-impor hasil pertanian, perkebunan dan perikanan Aceh. Ini kalau frekuensi daripada muatan itu bertambah terus , ini yang semula direncanakan seminggu 3x yaitu selasa, kamis dan sabtu mungkin bisa menjadi setiap hari nantinya “ tutur Pj Walikota Langsa, Said Mahdum Majid.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini