Langsa – Pujatvaceh.com- Pemerintah Kota Langsa, telah mengajukan pembayaran insentif tenaga keseharan di RSUD langsa untuk periode Januari – Juni 2021 sebesar 3,2 miliar lebih pada Kementerian Kesehatan. Untuk tahun 2020 yang tertunda pembayarannya, Pemerintah Kota Langsa telah membayarkan insentif Nakes, terhitung sejak Maret – Juli 2020 sebesar 659 juta rupiah, sedangkan untuk periode Agustus – Desember 2020, yang belum dibayarkan sebesar 5,2 miliar lebih.
Pihak manajemen RSUD Langsa bersama pemerintah setempat, akan menggelar rapat terkait pembayaran insentif tahun 2020 yang tertunda tersebut pada 30 Juni 2021.
Direktur RSUD Langsa Dokter Helmiza Fahry mengatakan, usulan pembayaran insentif nakes untuk tahun 2021 di RSUD Langsa telah di setujui oleh Kementerian Kesehatan. Saat ini hanya tinggal menunggu realisasi pencairan dari Kementerian Kesehatan. Tercatat sebanyak 135 tenaga kesehatan di RSUD Langsa yang akan dibayarkan insentif di tahun 2021, dengan rincian, 10 dokter spesialis, 24 dokter umum dan gigi, 74 para medis serta 27 tenaga medis lainnya.
“Mohon bantuan dan doa dari masyarakat dan teman-teman kita coba membenahi ini sehingga tidak menurunkan semangat para nakes yang telah berjuang di lapangan dan semoga juga dengan cairnya insentif ini mereka lebih bersemangat,” ucap dr. Helmiza.
Mengharapkan insentif yang tertunda ini bisa dicairkan dalam waktu dekat mengingat pentingnya insentif ini demi kelangsungan dan kelancaran dalam pelayanan terhadap pasien Covid-19 di RSUD Langsa.



