Pengawasan Kurang Maksimal, Pembalakan Liar Kembali Marak Di Aceh Besar

Aceh Besar – Aksi pembalakan liar kembali terjadi di hutan sekitar kawasan lamteuba Aceh Besar. Para pelaku pembalakan liar ini bebas melakukan aksinya karena lemahnya pengawasan dari pemerintah aceh khususnya Dinas Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Aceh.

Hutan di sekitar pemukiman lamteuba Aceh Besar, merupakan salah satu kawasan hutan di pegunungan seulawah. Kondisi hutan tersebut kini rusak parah, berbagai jenis pohon kayu dengan diameter satu hingga dua meter tampak ditebang dan dibiarkan berserakan oleh pelaku pembalakan.

Sejumlah pohon yang ditebang langsung diolah pelaku dilokasi hutan dengan berbagai ukuran. Di duga agar mudah diangkut oleh para pembalak liar. Selain medang, kayu yang ditebang merupakan jenis sembarang dengan  kualitas sedang.

Keterbatasan personel, anggaran dan transportasi,  menjadi alasan belum maksimalnya proses pengawasan hutan oleh Dinas Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Aceh.

“Ridhwan, Kepala Bidang Rehabilitasi Bina Usaha Dan Perhutanan Sosial Dinas Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Aceh mengatakan, Parahnya kerusakan hutan juga dipicu kelihaian pelaku menghindari razia hutan yang dilakukan petugas”.

“Selain di Pegunungan seulawah, aksi pembalakan liar juga masih marak terjadi di pegunungan Lhoong dan Siron Aceh Besar”kata ridhwan menambahkan.

Hutan disekitar Kemukiman Lamteuba yang berada di kaki pegunungan seulawah merupakan kawasan hutan produksi.  Sebelumnya, izin hak pengelolaan hutan tanaman industri (HTI) di lokasi ini dikantongi PT Aceh Nusa Indrapuri.

Sayangnya sejak PT Aceh Nusa Indrapuri tidak beroperasi, sejumlah kawasan hutan ini dieksploitasi oleh oknum yang tidak bertanggungjawab. Kerjasama serta perhatian semua pihak dinilai sangat membantu mencegah dampak bencana yang timbul akibat aksi pengrusakan hutan dikawasan Aceh Besar.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments