Pengurus Keluarga Aceh Besar Yogyakarta (KABY) di Lantik.

Yogyakarta -Pujatvaceh.com : Pengurus Keluarga Aceh Besar Yogyakarta (KABY) Periode 2023-2024 dibawah kepemimpinan Muhammad Mufariq Muchlis resmi dilantik oleh PJ Bupati Aceh Besar diwakili oleh Asisten III di Balee Gadeng, Yogyakarta. Sabtu(17 Juni 2023).
Dalam acara tersebut turut hadir Ketua Himpunan Masyarakat Aceh Yogyakarta, Ketua Taman Pelajar Aceh, ketua Himpasay dan seluruh masyarakat Aceh di Yogyakarta.
Dalam kesempatan tersebut Jamaluddin selaku ketua Hima menyampaikan tiga poin penting yang harus dilakukan oleh mahasiswa pada masa-masa kuliah sambil berorganisasi seperti ini, pertama tetap menjaga silaturahmi dengan seluruh elemen masyarakat Aceh di Yogyakarta.

Selain itu di Yogyakarta memiliki berbagai macam suku dan budaya, para mahasiswa diharapkan belajar sungguh-sungguh selama berproses di Jogja sebagaimana di ketahui Yogyakarta adalah miniatur Indonesia, Sehingga dengan banyaknya relasi tentu akan bermanfaat untuk kedepannya.
Ketua Teman Pelajar Aceh Wahyu Zia UlHaq dalam kesempatannya juga menyampaikan bahwa Kaby merupakan organisasi paguyuban daerah di Yogyakarta yang paling aktif, produktif dan inovatif sampai saat ini. Tentu ini harus kita dukung dan support selalu dan pemerintah Aceh Besar harus senantiasa menjaga dan mendukung karena mereka aset bangsa, generasi hebat Aceh besar kedepannya bahkan Aceh.
Muhammad Mufariq Muchlis selaku ketua baru juga menambahkan bahwa kehadiran Kaby sangat positif terhadap generasi baru yang menempuh studi di Yogyakarta, karena kami mendapat arahan dan bimbingan yang luar biasa dari abang-abang dan kakak senior Kaby baik di Yogyakarta maupun di Aceh.

Kemudian kaby ini sifatnya sangat kekeluargaan sehingga kami mendorong pemerintah Aceh Besar untuk membangun rumah(asrama) sebagai tempat kami berkumpul dan beristirahat, kemudian untuk membantu mahasiswa Aceh Besar yang tidak mampu menyewa kos dan sebagainya. persoalan asrama ini sudah lama diperjuangkan oleh senior-senior Kaby dahulu, akan tetapi belum terwujud sampai sekarang dan ini menjadi keresahan kami mahasiswa Aceh Besar di Yogyakarta.
Kami pengurus baru yang masih lama menempuh pendidikan di Yogyakarta berharap pemerintah Aceh Besar dapat memikirkan keresahan anak-anaknya di Yogyakarta, selaku anak tentu kami meminta dengan baik kepada ayah kami dalam hal ini pemerintah Aceh Besar untuk dapat serius menyikapi persoalan ini.
Selanjutnya Asisten III Aceh Besar Jamaludin menyikapi dengan baik beberapa permintaan Mahasiswa Aceh Besar Yogyakarta, terkait asrama nantinya akan saya sampaikan dan diskusikan dengan bapak Pj Bupati. Tutupnya.

Pada acara tersebut juga dimeriahkan oleh tari Ranup lampuan dari Sanggar Cut Nyak Dhien dan Rapa’i dari Sanggar Rapi Seuraya. Yang seluruh personil nya merupakan mahasiswa yang sedang berkuliah di sana. (*)





