Lhokseumawe – Pujatvaceh.com – Perwakilan Pimpinan Dayah Kota Lhokseumawe yang tergabung dalam Forum Komunikasi Dayah Lhokseumawe beraudiensi dengan Pimpinan DPRK dan anggota DPRK, para pimpinan dayah kecewa dengan kebijakan Pj Wali Kota Lhokseumawe yang menghapus pengadaan mobil untuk pimpinan dayah yang telah dianggarkan pada masa kepemimpinan Suaidi Yahya.

Audiensi berlangsung di ruang Ketua DPRK Kota Lhokseumawe Ismail A Manaf, pada Selasa sore 4 Oktober, sejumlah anggota dewan lainnya juga hadir dari berbagai perwakilan fraksi, seluruh anggota DPRK Kota Lhokseumawe menyesalkan kebijakan yang diambil oleh Pj Wali Kota Lhokseumawe yang harus mencoret pengadaan mobil operasional untuk pimpinan dayah.

Seharusnya Pemko Lhokseumawe mensupport penuh para pimpinan dayah yang telah membina umat dan generasi penerus Aceh khususnya dalam bidang pendidikan dayah.

Para anggota dewan secara bergantian memberikan tanggapan dan pada prinsipnya seluruh anggota DPRK yang hadir sepakat akan mengawal berbagai program dayah agar menjadi salah satu prioritas dalam membangun Kota Lhokseumawe.

Ketua Forum Komunikasi Dayah Lhokseumawe, Teungku Sulaiman Lhok Weng, pada dasarnya para Tgk dayah sangat mendukung program Pj Wali Kota Lhokseumawe Dr. Imran yang saat ini sedang dijalankan, tapi kebijakan penghapusan empat unit mobil operasional Tgk dayah membuat para Tgk dayah sedikit kecewa.

“Dalam beberapa program beliau ada salah satu program yang membuat kami dari dayah agak sedikit kecewa yang pertama juga kami mendengar ada beberapa program unggulan yang dulunya pernah dijalankan oleh pemerintah yang lama sekarang program tersebut sudah dihapus termasuk program pembelian transportasi kepada pimpinan dayah. Ini menjadi suatu hal yang kurang baik terhadap beliau sendiri mengingat di Aceh berbicara Syariat Islam, berbicara dayah sangat sakral“ kata Tgk. Sulaiman Lhok Weng, Ketua Forum Komunikasi Dayah Lhokseumawe.

Sementara itu Ketua DPRK Kota Lhokseumawe Ismail A Manaf, kepada sejumlah wartawan mengungkapkan dirinya dan anggota DPRK sepakat akan menganggarkan dan mengawal anggaran untuk pendidikan dayah pada tahun anggaran 2023 mendatang, bek sampoe Tgk dayah geu jak ngoen geutangen broek.

“Kemarin kami baru menerima surat dari Tengku Dayah terkait apa yang meresahkan guru-guru Dayah terkait dengan beberapa hal yang dipangkas program daripada Wali Kota lama terkait dengan pengadaan mobil Tengku Dayah yang intinya kita sangat menyayangkan ” bek sampoe Tgk dayah geu jak ngoen geutangen broek”, jadi perlu kita garis bawahi program yang memang menyangkut dengan umat yang menyangkut dengan Tengku Dayah DPRK sangat mendukung dan Insya Allah terkait dengan penghapusan 4 pengadaan mobil Tengku Dayah oleh Wali Kota, kita di tahun 2023 siap menganggarkan kembali sebanyak 800 juta“ tutur Ismail A Manaf, Ketua DPRK Kota Lhokseumawe.

Terkait dengan hal tersebut Pj Wali Kota Lhokseumawe mengeluarkan pernyataan tertulis bahwa kebijakan penghapusan pengadaan kendaraan bermotor dilakukan tidak hanya untuk pimpinan dayah, tapi secara menyeluruh termasuk untuk mobil operasional Wali Kota Lhokseumawe juga tidak dianggarkan.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments