Aceh Besar – Pujatvaceh.com – Guna meningkatkan laju percepatan vaksinasi terhadap santri dan pelajar di Kabupaten Aceh Besar, pihak Puskesmas Kuta Baro akan terus mendatangi seluruh pesantren atau dayah yang ada di kecamatan tersebut.
Hal ini dilakukan sesuai dengan program yang dicanangkan oleh Presiden RI, dengan melakukan vaksinasi massal untuk santri dan pelajar. Tim vaksinator Puskesmas Kuta Baro, Aceh Besar akan memberikan vaksinasi terhadap santri-santri yang selama ini menetap dan mondok di komplek pesantren atau dayah.
Vaksin yang disediakan oleh tim vaksinator merupakan vaksin jenis Sinovac, namun persediaannya untuk vaksin jenis moderna juga disediakan jika sewaktu-waktu ada santri atau tenaga pengajar di pesantren atau dayah yang meminta untuk di vaksin dengan jenis vaksin Moderna.
Ketua tim vaksinator Puskesmas Kuta Baro, Nurlaili mengatakan, untuk pesantren atau dayah Istiqamatuddin Darul Mu’arrif yang terletak di Gampong Lam Ateuk, Kecamatan Kuta Baro, Aceh Besar, memang belum seluruhnya mendapatkan vaksinasi. Ia juga mengatakan bahwa santri yang telah mendaftar untuk di vaksin sebanyak 260, Namun sebanyak 240 yang baru tervaksin. Untuk vaksin dosis pertama sebanyak 220 santri dan untuk dosis kedua sebanyak 20 santri. Nantinya Puskesmas Kuta Baro akan mendatangi langsung ke pesantren-pesantren atau dayah yang ada di Kuta Baro untuk dilakukan vaksinasi.
“Kita sudah melakukan vaksinasi massal di dayah Darul Mu’arrif dengan sasaran 3 ribuan dengan seluruh santri di Aceh Besar. Yang mendaftar 260 tapi yang sudah di vaksin ada sekitar 240, yang dosis pertama ada 220 santri dan dosis kedua 20 santri, selanjutnya kita akan ke santri-santri yang ada di pasantren dan dayah yang ada di Kecamatan Kuta Baro,” jelas Nurlaili.
Pantauan di lapangan juga terlihat, antusias santri dalam melakukan vaksinasi sangat tinggi, para santri di pesantren tersebut terlihat rela mengantri untuk bisa mendapatkan vaksinasi.
Salah satu santri dari luar Aceh yang mondok di dayah tersebut, Muhammad Adriani mengatakan, ia telah melakukan vaksinasi bersama temannya yang berasal dari Riau, Padang, Jambi Dan Medan. setelah melakukan vaksinasi ia hanya merasa sedikit pusing. Sebelumnya ia berpendapat bahwa vaksin tersebut berbahaya bagi tubuh, tetapi setelah dilakukan sosialisasi oleh Tengku dan para ahli bahwasanya vaksin tersebut berfungsi untuk mencegah penularan virus Covid-19.
“Setelah divaksin yang saya hanya sedikit pusing-pusing dan sempat istirahat sebentar, dulu saya memikikan kalau vaksinasi itu berbahaya, menyakitkan yang dapat menimbulkan gejala-gejala yang mengerikan, tapi setelah diberikan pemahaman oleh Teungku atau ahli, teryata vaksinasi ini adalah untuk mencegah menularnya Covid-19,” ungkap Muhammad Adriani.
Dengan adanya vaksin tersebut semoga para santri yang menuntut ilmu pendidikan di dayah dan pesantren dapat terus sehat dan terbebas dari penularan virus Covid-19.






