Potret Buram Kehidupan Desa Terisolir Di Nagan Raya

Beginilah Potret Akses Menuju Desa Blang Lango, Salah Satu Desa Terisolir Yang Berada Di Kecamatan Seunagan Timur Kabupaten Nagan Raya. Desa Ini Dikelilingi Hutan Dan Pergunungan Serta Berbatasan Dengan Kabupaten Aceh Barat. Untuk Menuju Desa Blang Lango Membutuhkan Waktu Sekitar Satu Jam Dari Kota Jeuram Dengan Menggunakan Kendaraan Roda Dua.

Agar Bisa Sampai Ke Desa Blang Lango, Sebelumnya Kita Harus Menaiki Rakit Yang Disediakan Warga Dengan Biaya Lima Ribu Rupiah. Rakit Menjadi Akses Satu-Satunya Utuk Menyeberangi Sungai Dan Sampai Ke Desa Tujuan. Setelah Itu, Kita Dihadapkan Dengan Jalan Yang Terjal Mendaki Dan Bebatuan. Memang Butuh Tenaga Ekstra, Apa Lagi Saat Hujan Tiba Harus Tingkatkan Ke Hati-Hatian. Apabila Lengah Sedikit Saja Kendaraan Bisa Tergelincir Karena Jalan Menjadi Licin Dan Berlumpur.

Bagi Warga Sekitar Jalan Tersebut Menjadi Akses Satu-Satunya Yang Harus Dilalui Saban Hari. Selain Akses Jalan Yang Tidak Memadai, Di Sana Juga Tidak Memiliki Infrastruktur Jembatan Penyeberangan. Setiap Warga Yang Ingin Menjual Hasil Pertanian Ke Pasar, Mereka Harus Mengeluarkan Sejumlah Uang Untuk Menyewa Rakit.

Mirisnya, Pada Malam Hari Warga Tak Bisa Tidur Dengan Nyenyak. Karena Merasa Cemas Akan Kehadiran Kawanan Gajah Liar Yang Hampir Setiap Malam Masuk Kepemukiman Warga.

“Kedatangan Gajah Liar Di Pemukiman Warga Ini, Akibatkan Puluhan Rumah Warga Transmigrasi Alami Rusak Parah. Dan Puluhan Hektare Lahan Pertanian Serta Perkebunan Warga Diobrak Abrik Oleh Gajah Liar”Tambah Arifin Warga Setempat.

Desa Blang Lango Dan Empat Desa Lainnya Yakni Desa Tuwi Meulusong, Desa Kande, Desa Kila Dan Desa Blang Teungku. Merupakan Jalur Yang Sering Dilewati Kawanan Gajah Liar Maka Tak Heran Jika Konflik Gajah Dengan Warga Setempat Tak Kunjung Usai Hingga Kini.

Masyarakat Desa Setempat Mayoritas Dihuni Oleh Warga Transmigrasi Sejak Tahun 2015 Lalu, Yang Berjumlah 47 Kepala Keluarga Atau 205 Jiwa Yang Tersebar Di Tiga Dusun.

Hampir Sembilan Puluh Persen Warga Setempat, Mata Pencahariannya Dari Bercocok Tanam Dilahan Pertanian Dan Perkebunan. Seperti Menanam Sawit Pinang Jengkol, Pisang, Ubi-Ubian Dan Tanaman Lainnya.

Hidup Di Tengah Hutan Dan Pergunungan, Air Menjadi Kebutuhan Utama Bagi Warga. Namun Saat Musim Kemarau Tiba, Air Sumur Warga Menjadi Kering. Sehingga Mereka Terpaksa Menggunakan Air Sungai Untuk Kebutuhan Sehari-Hari. Jarak Sungai Dari Pemukiman Warga Sekitar Lima Kilo Meter Yang Harus Mereka Tempuh Setiap Hari.

“Menurut Kepala Desa Blang Lango Odian tri, Karena Kondisi Tersebut, Kini Desa Setempat Hanya Dihuni 17 Rumah Dari Total 80 Rumah Yang Dibangun Melalui Program Transmigrasi  Selebihnya Ditinggalkan Penghuninya Karena Tidak Sanggup Bertahan Hidup Dengan Kondisi Tersebut”Odian Tri Menambahkan

Warga Berharap Adanya Perhatian Khusus Dari Pemerintah Aceh Maupun Pemerintah Nagan Raya Melalui Dinas Transmigrasi, Untuk Merespon Berbagai Persoalan Yang Dialami Warga Desa Setempat.

“Warga Menginginkan Agar Pemerintah Segera Menyediakan Akses Jalan Dan Jembatan Penyeberangan, Agar Roda Perekonomian Warga Dapat Tumbuh Dengan Baik”Tutup Odian Tri

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments