
NAGAN RAYA – PUJATVACEH – Kondisi sungai Krueng Nagan serta lahan masyarakat Desa Macah, Kecamatan Suka Makmue, Kabupaten Nagan Raya yang terkikis erosi sungai Krueng Nagan setiap hujan deras disertai banjir.
Masyarakat akan selalu merugi karena kehilangan lahan kebun mereka seperti sawit dan sawah yang berada tak jauh dari lokasi sungai tersebut.
Selama satu tahun terakhir, erosi sungai Krueng Nagan semakin parah, terlebih saat terjadinya banjir yang dipicu oleh faktor alam. Hanya dalam tempo tahunan, puluhan hektar lahan perkebunan serta sawah milik masyarakat sekitar hilang dan menjadi sungai Krueng Nagan.
Syahtari, salah seorang warga yang tinggal di kawasan desa tersebut mengatakan bahwa daerah aliran sungai Krueng Nagan yang mulanya berjarak 1 kilo meter dari perkebunan warga namun karena sering erosi kini hanya berjarak 50 meter dari lahan warga.
Syahtari juga mengatakan, erosi ini juga berdampak pada jalan penghubung antar desa yang saat ini hanya berjarak 50 meter lagi dari lokasi sungai.
Jika tidak ada tindak lanjut dari pemerintah dan terjadi hujan deras beberapa kali lagi maka jalan akses masyarakat terancam putus total.
“Kalau tidak ada penanganan atau bantuan dari pemerintah, beberapa kali lagi turun hujan dan banjir sudah habis ini, misalnya peletakkan batu besar,” keluh Syahtari, warga.





