LANGSA – PUJA TV ACEH – Adanya pembatasan aktivitas masyarakat berpengaruh terhadap aktivitas bisnis yang kemudian berimbas pada perekonomian. Badan Pusat Statistik Kota Langsa mencatat, laju pertumbuhan ekonomi Kota Langsa pada tahun 2020 mengalami penurunan hingga minus 1.06 persen. Sedangkan, selama periode tahun 2016 sampai dengan 2019 pertumbuhan ekonomi Kota Langsa tumbuh positif berkisar 4,49 persen.
Penurunan pertumbuhan ekonomi ini disebabkan konsumsi rumah tangga, lembaga nonprofit yang melayani rumah tangga dan konsumsi pemerintah menurun selama pandemi Covid-19 sehingga menyebabkan menurunnya pendapatan perkapita rata-rata kepala keluarga.
Akademisi Institut Agama Islam Negeri Langsa, Dr. Early Ridho Kismawadi mengatakan, pemerintah perlu membangun kepercayaan masyarakat dan adanya ketegasan pemerintah yang adil dalam menerapkan kebijakan seperti pembatasan kegiatan masyarakat serta memberikan bantuan yang tepat sasaran.
“Ada tiga sektor yang bisa dimaksimalkan untuk bertahan dan bangkit selama pandemi, yaitu sektor pariwisata, sektor pendidikan dan sektor perdagangan,” ujar Early Ridho.
Lanjut Early, Ketiga sektor ini harus menjadi perhatian pemerintah Kota Langsa karena berpeluang mendongkrak pertumbuhan ekonomi.
“Dengan adanya perubahan perilaku masyarakat selama pandemi maka pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi atau digitalisasi bisa menjadi solusi, dengan memberikan pembekalan bagi para pelaku usaha,” tutup Early Ridho.






