LHOKSEUMAWE – PUJATVACEH.COM – Beredarnya isu di beberapa media social, khususnya video berbagi di youtube tentang ajakan dan rencana pergerakan massa ke Banda Aceh untuk melakukan aksi damai, menuntut realisasi damai Aceh selama 15 tahun berjalan. Mendapat tanggapan dari salah seorang sesepuh mantan kombatan GAM wilayah Pasee, Nizar Muhammad atau yang lebih dikenal dikalangan mantan kombatan dengan panggilan Nekdan.
Dipilihnya tanggal 26 Maret merujuk pada pernyataan perang kolonial Belanda ke Kerajaan Aceh yang berdaulat saat itu pada tahun 1873, dan dilanjutkan dengan serangan tembakan meriam dari kapal kolonial Belanda, Citadel Van Antwerpen ke daratan Aceh sehingga pecahnya perang Aceh.
Pada 5 April 1873, Belanda mendarat di Pante Ceureumen di bawah pimpinan Johan Harmen Rudolf Köhler dan langsung bisa menguasai Masjid Raya Baiturrahman dengan tiga ribuan pasukannya. Kohler tewas di depan Masjid Raya dan Perang Aceh cukup panjang sehingga munculnya snock horgrunye.
Momentum ini yang akan digunakan untuk menyampaikan aspirasi rakyat Aceh terkait kondisi terkini pasca perdamaian.
Nizar Muhammad atau Nekdan berpendapat bahwa, rencana tersebut sah-sah saja asal masih dalam menyatakan pendapat secara damai dan tidak melakukan tindakan bersenjata, karena Aceh sudah berdamai dengan Indonesia.
“Menurut saya sah saja karena negara milik rakyat, kemerdekaan dikarenakan rakyat yang bersatu dan sekarang Aceh sudah damai,” Ucap Nizar Muhammad, Kombatan Gam Pasee.



