Siswa SD di Aceh Barat Pertaruhkan Nyawa Menyeberangi Sungai Demi Bisa Bersekolah


Aceh Barat – Pujatv.com Puluhan siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Alue Lhok, Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat, terpaksa mempertaruhkan keselamatan mereka setiap hari demi bisa mengikuti kegiatan belajar mengajar. Sejak jembatan penghubung antar desa rusak diterjang banjir bandang enam bulan lalu, para siswa harus menyeberangi sungai berarus deras untuk menuju sekolah.
Dengan membawa tas dan buku pelajaran di atas kepala agar tidak basah, para siswa menyusuri aliran sungai yang menjadi satu-satunya akses tercepat menuju sekolah. Setibanya di tepi Sungai Desa Jambak, mereka kemudian berganti pakaian menggunakan seragam sekolah yang sebelumnya disimpan dalam kantong plastik.
Kondisi tersebut terjadi setelah jembatan penghubung antara Desa Canggai dan Desa Jambak hancur akibat banjir bandang pada Desember 2025. Meski tersedia jalur alternatif, jaraknya mencapai sekitar delapan kilometer dengan kondisi jalan berbatu dan perbukitan yang sulit dilalui, sehingga membutuhkan waktu dan biaya lebih besar.

Setiap kali hujan turun, kecemasan selalu menghantui para siswa dan orang tua. Debit air sungai yang meningkat sewaktu-waktu dapat membahayakan keselamatan anak-anak yang harus menyeberang untuk berangkat maupun pulang sekolah.
Tidak hanya menghadapi risiko saat perjalanan, para siswa juga harus belajar di tenda darurat bantuan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Sebelumnya, tiga ruang kelas SDN Alue Lhok roboh dan hanyut ke dasar sungai akibat banjir bandang yang melanda kawasan tersebut.
Salah seorang orang tua siswa, Idrus, mengatakan menyeberangi sungai menjadi pilihan yang paling dekat bagi anak-anak untuk mencapai sekolah. Meski penuh risiko, akses tersebut tetap digunakan agar mereka tidak kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan.

Sementara itu, Kepala SDN Alue Lhok, Amir, berharap pemerintah segera membangun kembali jembatan yang rusak serta memperbaiki fasilitas sekolah yang terdampak bencana agar proses belajar mengajar dapat berlangsung dengan aman dan nyaman.
Hingga kini, puluhan siswa di pedalaman Aceh Barat masih harus menghadapi bahaya setiap hari demi mendapatkan pendidikan. Mereka berharap pemerintah segera menghadirkan solusi agar anak-anak dapat bersekolah tanpa harus mempertaruhkan nyawa di tengah derasnya arus sungai.





