Banda Aceh – Pujatvaceh.com – Fenomena gangguan ginjal akut yang tiba-tiba terjadi di Aceh telah menyebabkan sebanyak 21 anak meregang nyawa, tercatat ada sebanyak 26 kasus gangguan ginjal akut pada anak yang ditemukan sejak Juni 2022 lalu. Menurut data dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Aceh, dari 26 kasus yang terjad, 21 pasien yang menyasar anak-anak itu telah meninggal dunia.
Kasus gangguan ginjal akut ini berbeda dengan penyakit gagal ginjal pada umumnya, bahkan kebanyakan anak yang dirawat tidak memiliki riwayat penyakit ginjal sebelumnya dan pasien yang meninggal sudah dalam kondisi yang sangat parah.
Kepala Dinas Kesehatan Aceh, Hanif mengatakan, kasus gangguan ginjal akut yang saat ini ditangani di Rumah Sakit Umum Daerah Zainal Abidin Banda Aceh, kebanyakan pasien saat dirujuk dari rumah sakit kabupaten/kota yang sudah dalam kondisi parah.
Gejala yang ditimbulkan pasienpun relatif sama seperti demam, masalah pada saluran pencernaan, masalah pernafasan dan susunan saraf pusat. Dr. Hanif juga menambahkan, bahwa kasus gangguan ginjal akut pada anak ini ditemukan di Aceh sejak Juni lalu dan puncaknya terjadi pada bulan September 2022.
“Aceh juga sudah ada kasus gangguan ginjal akut pada anak ini, dan sudah ada sejak bulan Juni, puncaknya di bulan September ini yang biasanya disebabkan oleh makanan dan obat-obatan,” ucap dr. Hanif.
Sementara itu, Ketua IDAI Aceh, Syafruddin Haris membeberkan penyebab meninggalnya pasien dengan keluhan gangguan ginjal akut pada anak ini. Selain tidak terdeteksi gejala-gejala penyakit tersebut, bahkan anak cenderung terlihat dalam kondisi sehat saat dirujuk dari rumah sakit di daerah, serta terkadang pasien sudah tidak buang air kecil selama berhari-hari.
Syafruddin melanjutkan, bahwa data dari IDAI Aceh menyebutkan gangguan ginjal akut terbanyak terjadi di Banda Aceh dan Aceh Tengah dengan tingkat kematian cukup tinggi yakni sebanyak 21 orang.
“Ini adalah gangguan ginjal akut pada anak yang berbeda pada penyakit sebelumnya dan ini kita masih dalam penyelidikan serta masih menunggu hasil pemeriksaan tersebut. Kasusnya terjadi mulai dari bulan 6 sampai bulan 10 ini sudah ada sekitar 21 pasien yang meninggal. Yang kita masukkan hanya pasien yang tidak punya riwayat penyakit ginjal,”ujar Syafruddin.
IDAI Aceh mengimbau kepada seluruh masyarakat agar mengikuti indtruksi dari Kemenkes RI untuk tidak memberikan obat-obatan dalam bentuk sirup kepada anak-anak hingga batas waktu yang belum ditentukan.






