Aceh Barat – Pujatvaceh.com – Ratusan nelayan di Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat, mengeluhkan akibat terjadinya pendangkalan dan penyempitan muara dan sungai Meuruebo, sebagai jalur keluar masuk bot nelayan menuju ke laut, tidak kunjung ditangani oleh pemerintah setempat.

Kedangkalan muara sungai Meureubo ini, sudah terjadi sejak lima tahun lalu, namun yang terparah terjadi sepekan terakhir, ratusan boat nelayan terpaksa diparkirkan  di tempat pelelangan ikan Lhok Meureubo, karena tidak bisa melaut.

Sebagian nelayan yang memaksa untuk melaut, maka harus mendorong kapal motor mereka dari lokasi penambatan tpi menuju muara laut, karena air sungai hanya 50 centimeter di permukaan dan ditutupi lumpur, sehingga boat tidak bisa dijalankan dengan menghidupkan mesin.

Anggota Komisi II DPRK Aceh Barat, Zul Fikar mengatakan, hingga saat ini belum ada upaya apa pun yang dilakukan pemerintah daerah untuk penanganan kedangkalan sungai Meureubo. Jangankan untuk mengeruk dan membuat tanggul sungai, meninjau kondisi nelayan di lokasi tapi Lhok Meureubo tidak pernah, padahal nelayan sangat membutuhkan perhatian dari pemerintah daerah.

“Keadaan sungai Krueng Meurebo ini yang sangat kita khawatirkan tentang kedangkalan sungai,jadi untuk itu kita mengharap kepada pemerintah daerah untuk dapat menanggapi dengan serius,karena hal ini buka lagi satu tahun atau dua tahun, malah sudah sampai 5 tahun bahwa sama sekali pemerintah belum ada niat untuk menanggapi masalah kedangkalan sungai ini, bahwa dangkalnya sungai ini berdampak pada masyarakat nelayan Meurebo yang mana ini memang mata pencahariannya sehari-hari” tutur Zulfikar, Anggota DPRK Aceh Barat.

Sementara  para nelayan berharap, pemerintah segera menggeruk lumpur dan pembangunan tanggul bronjong, agar nelayan bisa kembali melaut, karena mencari ikan adalah profesi mereka untuk penghasilan ekonomi, namun kini terganggu akibat dangkalnya sungai.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini