Terkait Proyek Multiyear, DPRA Sayangkan Sikap Mahasiswa FPMPA

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh Menyayangkan Sikap Mahasiswa Forum Paguyuban Mahasiswa Dan Pemuda Aceh  Dalam Menanggapi Polemik Proyek Multiyears. DPRA berharap Mahasiswa FPMPA Tidak Tergiring Dalam Politisasi Antara Eksekutif Dan Legislatif Terkait Proyek Tersebut.

Kekecewaan Tersebut Disampaikan Wakil Ketua DPRA Safaruddin, Usai Meninggalkan Unjuk rasa FPMPA Di Gedung DPRA. Aksi Ini Dilakukan Karena Meski Hadir Ke Tengah Aksi, Namun Mahasiswa FPMPA Tidak Memberi Kesempatan Anggota DPRA Menanggapi Tuntutan Mereka.

“FPMPA Dinilai Telah Salah Memahami Keputusan DPRA Yang Disebut Membatalkan Proyek Multiyear. Pasalnya DPRA Tidak Pernah Membatalkan Proyek Tersebut. Namun Membatalkan Sistem Pelaksanaannya Dengan Sistem Tahun Jamak Atau Multiyears” Safaruddin Menjelaskan.

“Pembatalan Sistem Tersebut Dilakukan Karena Proyek Ruas Jalan Tersebut Tidak Cacat Prosedur. Kesepakatan Pelaksanaannya Hanya Dilakukan Oleh Pimpinan DPRA Sebelumnya Dan Tidak Melibatkan Proses Pembahasaan Oleh Seluruh Anggota Dewan”Tambah Safaruddin.

“Safaruddin Juga Menyayangkan Sikap Mahasiswa Yang Hanya Bersedia Menerima Penjelasan dari Ketua DPRA. Padahal Keputusan Pembatalan Sistem Proyek Tersebut Merupakan Keputusan DPRA Secara Lembaga Bukan Ketua DPRA Semata.

“Pembatalan Sistem Tersebut Juga Dinilai Sebagai Bentuk DPRA Dalam Menjalankan Tugas Dan Fungsi Pengawasan”Tutup Safaruddin

Puluhan Mahasiswa FPMPA Berunjukrasa Menuntut DPRA Mencabut Pembatalan MoU Proyek Multiyears Karena Dinilai Merugikan Masyarakat. Mereka Mengancam Akan Menggelar Aksi Serupa Jika Aspirasinya Tidak Dipenuhi.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments